Xfers sekarang adalah Fazz. Pelajari lebih lanjut
agenarticlesbahasafazzide usahaIndonesia

Selain Toko Kelontong, Ini 11 Ide Usaha di Kampung

22 January 2024

, diposting oleh by 

Nida Amalia

10 Ide Usaha di Kampung

Selain menjual bahan-bahan pokok, ada banyak ide usaha di kampung yang semakin potensial dari waktu ke waktu. Melalui perencanaan yang baik, berbisnis di kampung bahkan tidak ada bedanya dengan berbisnis di kota.

Ide usaha di desa

Salah satu upaya terbaik dalam membangun bisnis adalah dengan memanfaatkan sumber daya terbanyak dan terdekat. Berdasarkan hal tersebut, berikut ini adalah beberapa ide usaha yang tepat didirikan di desa. 

1. Pertanian organik

Memanfaatkan lahan yang relatif murah dan lingkungan yang sesuai, pelaku bisnis dapat memproduksi sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal tanpa pestisida atau pupuk kimia. Sebab, produk organik memiliki permintaan yang tinggi di pasar saat ini.

2. Peternakan ayam kampung atau itik

Ayam kampung atau itik memiliki ciri daging yang khas dan memiliki konsumen yang stabil. Oleh karena itu, pelaku bisnis dapat memulai usaha peternakan ayam kampung atau itik untuk memasok kebutuhan daging dan telur lokal. Jenis usaha ini umumnya lebih ramah lingkungan dan memiliki peluang baik di daerah perkampungan.

3. Pengolahan produk susu

Memanfaatkan wilayah yang menjadi sentral peternakan kambing atau sapi, pelaku bisnis dapat membuat produk susu lokal seperti keju, yoghurt, atau susu fermentasi. Produk-produk lokal ini terhitung semakin disukai oleh konsumen lokal. 

4. Agrowisata

Perkebunan atau pertanian tidak hanya menghasilkan keuntungan dari panen, tetapi juga dari pengunjung wisata. Bisnis ini dilakukan dengan cara membuka agrowisata melalui tur peternakan atau perkebunan, memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, serta menjual produk pertanian lokal di tempat tersebut.

5. Rumah makan khas daerah

Dengan ketersediaan bahan makanan yang melimpah dan segar, rumah makan menjadi ide bisnis di kampung yang potensial menguntungkan. Bisnis ini dapat dijalankan dengan cara menawarkan masakan khas daerah dengan bahan-bahan yang jarang ditemui di kota. 

6. Produksi kerajinan tangan lokal

Bisnis ini dijalankan dengan cara mengembangkan usaha kerajinan tangan dengan menggunakan bahan-bahan lokal, seperti anyaman, tenun, atau kerajinan dari bahan alam. Berbagai produk yang dihasilkan dapat dijual baik secara lokal maupun online.

7. Pembuatan pupuk organik

Limbah yang umum ditemui di perkampungan umumnya merupakan limbah organik yang dapat sangat menguntungkan jika diolah dengan cara tepat. Limbah sayur, kotoran ternak, dan lainnya dapat diolah dan dijual sebagai pupuk organik di lingkungan lokal maupun menjangkau konsumen luas. 

8. Pengolahan limbah

Menyediakan layanan pengolahan limbah organik dan non-organik, seperti daur ulang sampah plastik atau pengomposan limbah dapur. Usaha ini tidak hanya membantu lingkungan tetapi juga menciptakan lapangan kerja lokal.

9. Jasa pertanian modern

Jika ingin membidik masyarakat perkampungan sebagai konsumen, maka menyediakan jasa modernisasi pertanian merupakan bisnis yang tepat dicoba. Dalam menjalankan bisnis ini, Anda dapat menjadi perantara penyediaan alat pertanian canggih, konsultasi mengenai budidaya tanaman tertentu, dan hal lainnya yang belum diketahui oleh petani konvensional.

10. Pusat pelatihan keterampilan

Masyarakat di perkampungan membutuhkan pelatihan keterampilan untuk menciptakan produk yang lebih bermanfaat terhadap suatu bahan yang banyak ditemui di sana. Menjawab kebutuhan ini, pelaku bisnis dapat memberikan pelatihan keterampilan sekaligus menjembatani penjualan hasil keterampilan tersebut.

11. Usaha PPOB

Bisnis ini cocok dilakukan terutama bagi Anda yang berada di kawasan sub urban. Di bisnis ini Anda bisa membuka jasa jual pulsa, beli paket data, bayar tagihan (PLN, BPJS, PDAM, telepon, pulsa pascabayar, internet, asuransi, kartu kredit, multi finance), hingga pembelian voucher game.

Untuk memulai bisnis PPOB, Anda bisa memulai melalui Fazz Agen. Selain bisnis PPOB, melalui Fazz Agen, Anda juga bisa membuka usaha top up ewallet serta layanan transfer antar bank.

Bagaimana cara mengelola usaha-usaha tersebut 

Setiap ide bisnis di atas memiliki karakteristik dan tantangan yang unik, sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda. Secara umum, beberapa tindakan yang wajib dilakukan ketika membuka bisnis di kampung adalah sebagai berikut. 

1. Lakukan perencanaan yang matang 

Rencanakan secara cermat segala aspek usaha, terutama jika Anda tidak berasal dari kampung tersebut. Lakukan pemilihan lokasi yang strategis, kenali secara pasti tentang sumber daya, hingga tentukan apakah konsumen yang dibidik adalah masyarakat lokal atau global.

2. Pahami pasar dan kebutuhan pelanggan 

Pelaku bisnis dapat menentukan apakah di lokasi perkampungan tersebut hanya digunakan sebagai tempat produksi atau sekaligus sebagai target konsumen. Untuk menentukan hal tersebut, lakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan. 

3. Manfaatkan teknologi secara optimal 

Untuk menghindari atau memenangkan persaingan dengan masyarakat lokal yang lebih dulu memulai bisnis di kampung, manfaatkan teknologi untuk mengefisiensi dan mengefektifkan pekerjaan. Manfaatkan aplikasi pertanian, manajemen stok, hingga pengelolaan keuangan dan pemasaran. 

4. Lakukan kolaborasi dan kemitraan 

Sama halnya dengan berbisnis di kota, membangun bisnis di kampung juga membutuhkan kolaborasi dan kemitraan bersama berbagai pihak. Lakukan kerja sama dengan mitra menguntungkan seperti pemasok bahan baku, jasa distribusi, dan lainnya. 

5. Pasarkan produk secara kreatif 

Untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, maka lakukan pemasaran kreatif yang menunjukkan sisi unik atau nilai lebih dari produk. Dalam hal ini, manfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk melakukan pemasaran murah dan efektif. 

Tantangan menjalankan usaha di desa 

Meskipun memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kota, desa juga menyajikan berbagai tantangan unik bagi pelaku bisnis. Berbagai tantangan umum yang dihadapi usaha di desa adalah sebagai berikut. 

1. Keterbatasan akses infrastruktur

Desa seringkali menghadapi keterbatasan akses jalan, listrik, dan air bersih, yang dapat menghambat operasional usaha. Selain itu, logistik dan distribusi bisa menjadi masalah, terutama jika desa berada di lokasi terpencil atau sulit dijangkau.

2. Keterbatasan sumber daya manusia

Kesulitan menemukan tenaga kerja terampil dan terlatih di desa dapat menjadi hambatan untuk meningkatkan produktivitas. Tingkat pendidikan yang rendah di beberapa desa juga dapat menjadi kendala untuk mengadopsi teknologi baru atau praktik bisnis modern.

3. Keterbatasan akses keuangan

Minimnya lembaga keuangan di desa dapat menyebabkan akses pada keuangan menjadi sulit, terutama pemerolehan modal untuk pengembangan usaha. Untungnya, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan keuangan digital Fazz yang dapat diakses dari mana saja. 

4. Pasar yang terbatas

Wilayah perkampungan memiliki pasar lokal yang kecil dan bergantung pada sektor ekonomi tertentu. Misalnya, pada masa gagal panen padi di suatu perkampungan yang didominasi oleh petani padi, daya beli konsumen akan sangat berkurang terhadap semua produk. 

5. Kurangnya akses teknologi

Pembangunan yang tertinggal juga mempengaruhi keterbatasan akses teknologi. Akses terbatas terhadap teknologi modern seperti internet dapat menghambat pemasaran, manajemen inventaris, dan operasional secara keseluruhan.

Share

Hubungi kami untuk bangun bisnis Anda tanpa batas

Perusahaan Anda terdaftar di?

Akun dengan mata uang apa yang Anda butuhkan?

Jelajahi berdasarkan produk

Indonesia