{"id":16849,"date":"2024-03-04T15:30:48","date_gmt":"2024-03-04T08:30:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fazz.com\/id\/?p=16849"},"modified":"2024-03-04T15:30:49","modified_gmt":"2024-03-04T08:30:49","slug":"manajemen-risiko-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/","title":{"rendered":"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p>Manajemen risiko keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan dana. Hal ini harus dipahami oleh setiap personal, terutama bagi para pelaku bisnis. Sebab, manajemen risiko akan mempengaruhi keputusan yang tepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengertian-manajemen-risiko-keuangan-nbsp\"><strong>Pengertian manajemen risiko keuangan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah manajemen risiko keuangan merujuk pada setiap upaya yang dilakukan untuk mengetahui, menganalisis, dan mengendalikan potensi kerugian uang. Hal ini umumnya merujuk pada pengelolaan dana di dalam sebuah perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari manajemen risiko keuangan adalah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko-risiko yang mungkin timbul dalam aktivitas keuangan. Dengan begitu, setiap orang atau perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam aktivitas keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-proses-manajemen-risiko-keuangan-nbsp\"><strong>Proses manajemen risiko keuangan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Manajemen risiko keuangan dilakukan dengan serangkaian tindakan. Hal itu akan bergantung pada strategi dan pengalaman masing-masing pengelola risiko keuangan. Meskipun begitu, bentuk kegiatan dalam manajemen risiko keuangan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-mengidentifikasi-risiko-nbsp\"><strong>1. Mengidentifikasi risiko&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap awal ini dilakukan dengan cara mencari tahu semua potensi risiko yang dapat mempengaruhi keuangan, seperti risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-mengevaluasi-risiko-nbsp\"><strong>2. Mengevaluasi risiko&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah memahami risiko apa saja yang dapat mempengaruhi keuangan, informasi yang harus diketahui lagi adalah ukuran dampak yang dapat disebabkan. Hasil dari tahap ini dapat disajikan dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-memilih-strategi-nbsp\"><strong>3. Memilih strategi&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi manajemen risiko dapat dipilih dengan pertimbangan beberapa langkah sebelumnya. Beberapa strategi yang dapat dipilih adalah seperti melakukan investasi uang ke komoditas aman jangka panjang, mengubah arah bisnis, mencairkan aset, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-pemantauan-dan-pelaporan-nbsp\"><strong>4. Pemantauan dan pelaporan&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selama strategi berjalan, harus tetap dilakukan pemantauan dan laporan secara berkala. Hal ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan strategi dalam menghindari risiko keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-penyesuaian-dan-revaluasi-nbsp\"><strong>5. Penyesuaian dan revaluasi&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena pasar dan lingkungan bisnis terus bergerak, maka penyesuaian manajemen risiko keuangan juga harus berubah. Oleh karena itu, Setiap tindakan dalam manajemen harus secara fleksibel melakukan evaluasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-jenis-jenis-risiko-keuangan-dan-solusinya-nbsp\"><strong>Jenis-jenis risiko keuangan dan solusinya&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada banyak risiko keuangan yang perlu dipertimbangkan oleh individu atau entitas bisnis. Beberapa bentuk risiko keuangan yang paling sering dipertimbangkan dalam manajemen risiko keuangan adalah sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-risiko-pasar\"><strong>1. Risiko pasar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bentuk risiko alami yang harus dihadapi pelaku perdagangan ini terjadi karena aktivitas perdagangan yang membuat harga naik dan turun. Solusi yang biasa diambil untuk menghadapi risiko ini adalah melakukan diversifikasi sehingga kerugian di satu sektor dapat ditutupi dari keuntungan di sektor lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-risiko-kredit-nbsp\"><strong>2. Risiko kredit&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis risiko ini terjadi ketika pelaku pasar, seperti nasabah atau mitra bisnis, gagal membayar utang atau kewajiban bayar. Hal itu membuat pemilik modal kehilangan dana dan bunga sebagai keuntungan. Analisis cermat sebelum memberikan utang atau bekerja sama dengan mitra merupakan solusi dasar untuk risiko ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-risiko-likuiditas-nbsp\"><strong>3. Risiko likuiditas&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun memiliki aset barang yang banyak, tetapi sebuah entitas bisnis akan menghadapi risiko likuiditas jika tidak dapat mengubahnya menjadi uang secara cepat. Hal ini mengakibatkan bisnis tidak dapat membayar kewajibannya karena tidak memiliki uang. Oleh karena itu, manajemen seharusnya selalu menjaga struktur utang dan kepemilikan uang tunai dalam jumlah yang aman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-risiko-suku-bunga-nbsp\"><strong>4. Risiko suku bunga&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Satu lagi bentuk risiko yang alami harus dihadapi oleh manajemen keuangan adalah perubahan nilai suku bunga. Hal ini akan membuat perhitungan kenaikan aset dapat berubah. Mengatur periode investasi dan memilih instrumen atau <a href=\"https:\/\/fazz.com\/id\/resources\/tabungan-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tabungan<\/a> yang memberi perlindungan suku bunga umumnya diterapkan untuk menghadapi risiko ini.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-risiko-operasional-nbsp\"><strong>5. Risiko operasional&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Operasional atau aktivitas produksi dalam sebuah bisnis sejatinya selalu memiliki kemungkinan untuk gagal. Hal ini tentu saja akan membuat bisnis gagal memperoleh keuntungan. Untuk menghindari hal tersebut, inspeksi dan kontrol harus selalu dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tips-untuk-melakukan-manajemen-risiko-keuangan-nbsp\"><strong>Tips untuk melakukan manajemen risiko keuangan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Manajemen risiko keuangan dapat didasari kecerdasan dan pengalaman. Bagi seseorang yang pertama kali melakukan manajemen risiko keuangan, beberapa tips ini baik untuk diterapkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-identifikasi-risiko-dengan-jelas\"><strong>1. Identifikasi risiko dengan jelas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Lakukan identifikasi risiko secara komprehensif, termasuk risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, dan risiko lainnya yang mungkin mempengaruhi keuangan perusahaan atau individu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-lakukan-evaluasi-risiko-secara-teratur-nbsp\"><strong>2. Lakukan evaluasi risiko secara teratur&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun harus tetap berpegangan pada tujuan yang telah direncanakan sejak awal, tetapi penyesuaian juga perlu dilakukan pada saat-saat tertentu. Lakukan evaluasi risiko secara berkala untuk mengukur dampak dan kemungkinan terjadinya risiko.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-tetapkan-toleransi-risiko-secara-realistis\"><strong>3. Tetapkan toleransi risiko secara realistis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentukan batas toleransi risiko yang dapat diterima oleh perusahaan atau individu. Hal ini akan membantu dalam menetapkan parameter untuk pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-pertimbangkan-diversifikasi-portofolio-nbsp\"><strong>4. Pertimbangkan diversifikasi portofolio&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Lakukan diversifikasi investasi atau kegiatan keuangan untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu aset atau satu sektor bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-lakukan-manajemen-likuiditas-dengan-baik-nbsp\"><strong>5. Lakukan manajemen likuiditas dengan baik&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertahankan posisi likuiditas yang sehat untuk menghadapi kebutuhan dana mendesak dan menghindari risiko likuiditas. Sebab, simpanan uang tunai kerap menjadi masalah dalam manajemen keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-manfaatkan-asuransi-secara-bijak\"><strong>6. Manfaatkan asuransi secara bijak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika mungkin, pertimbangkan untuk mengambil asuransi sebagai langkah proteksi terhadap risiko tertentu yang dapat dialami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-7-terus-memantau-perkembangan-eksternal\"><strong>7. Terus memantau perkembangan eksternal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tetap <em>up-to-date<\/em> dengan perkembangan eksternal seperti perubahan regulasi, kondisi pasar, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-fazz-sebagai-solusi-untuk-risiko-keuangan\"><strong>Fazz sebagai solusi untuk risiko keuangan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan aktivitas keuangan bisnis, termasuk mengelola risiko keuangan, pelaku bisnis dapat memanfaatkan <a href=\"https:\/\/fazz.com\/\">Fazz Business<\/a>. Akun keuangan digital yang dapat dijadikan sebagai rekening bisnis ini akan membantu pengusaha dalam memudahkan transaksi keuangan, seperti transfer ke berbagai mata uang lintas negara. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebagai rekening bisnis, Fazz Business juga menawarkan keuntungan dalam bentuk bunga. Untuk setiap dana yang disimpan sebagai tabungan, Fazz Business akan memberikan bunga harian sebesar 2% dalam setahun tanpa menerapkan biaya tahunan, biaya perbankan, atau batas saldo minimal pembuatan akun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen risiko keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan dana. Hal ini harus dipahami oleh setiap personal, terutama bagi para pelaku bisnis.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16902,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[298,214,221,41,133],"class_list":["post-16849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-articles","tag-bahasa","tag-business","tag-fazz","tag-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis - Fazz Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tidak hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, setiap pelaku bisnis perlu memahami manajemen risiko keuangan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis - Fazz Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, setiap pelaku bisnis perlu memahami manajemen risiko keuangan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fazz Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-04T08:30:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-04T08:30:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/02\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"628\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adminfazz\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adminfazz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adminfazz\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e852f49ad445e5ec9054acd7f2fa469f\"},\"headline\":\"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis\",\"datePublished\":\"2024-03-04T08:30:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-04T08:30:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/\"},\"wordCount\":871,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/02\\\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg\",\"keywords\":[\"articles\",\"bahasa\",\"business\",\"fazz\",\"Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Articles\"],\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/\",\"name\":\"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis - Fazz Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/02\\\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-04T08:30:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-04T08:30:49+00:00\",\"description\":\"Tidak hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, setiap pelaku bisnis perlu memahami manajemen risiko keuangan.\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/articles\\\/manajemen-risiko-keuangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/02\\\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/02\\\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":628,\"caption\":\"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fazz Indonesia\",\"description\":\"Just another Fazz Sites site\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fazz Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/08\\\/logo-fazz-animate.gif\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/08\\\/logo-fazz-animate.gif\",\"width\":250,\"height\":141,\"caption\":\"Fazz Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e852f49ad445e5ec9054acd7f2fa469f\",\"name\":\"adminfazz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/27d9a83b21fb29bfda18300dbe4d57e5bf4d3fb3e1be899fa5c9c24d721f05aa?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/27d9a83b21fb29bfda18300dbe4d57e5bf4d3fb3e1be899fa5c9c24d721f05aa?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/27d9a83b21fb29bfda18300dbe4d57e5bf4d3fb3e1be899fa5c9c24d721f05aa?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adminfazz\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fazz.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fazz.com\\\/id\\\/newsroom\\\/author\\\/adminfazz\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis - Fazz Indonesia","description":"Tidak hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, setiap pelaku bisnis perlu memahami manajemen risiko keuangan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis - Fazz Indonesia","og_description":"Tidak hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, setiap pelaku bisnis perlu memahami manajemen risiko keuangan.","og_url":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/","og_site_name":"Fazz Indonesia","article_published_time":"2024-03-04T08:30:48+00:00","article_modified_time":"2024-03-04T08:30:49+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":628,"url":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/02\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adminfazz","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adminfazz","Estimated reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/"},"author":{"name":"adminfazz","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#\/schema\/person\/e852f49ad445e5ec9054acd7f2fa469f"},"headline":"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis","datePublished":"2024-03-04T08:30:48+00:00","dateModified":"2024-03-04T08:30:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/"},"wordCount":871,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/02\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg","keywords":["articles","bahasa","business","fazz","Indonesia"],"articleSection":["Articles"],"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/","url":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/","name":"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis - Fazz Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/02\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg","datePublished":"2024-03-04T08:30:48+00:00","dateModified":"2024-03-04T08:30:49+00:00","description":"Tidak hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, setiap pelaku bisnis perlu memahami manajemen risiko keuangan.","inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/articles\/manajemen-risiko-keuangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/02\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/02\/Fazz-Biz_Blog-Banner_Template_white-color-4-19-1.jpg","width":1200,"height":628,"caption":"7 Tips Manajemen Risiko Keuangan untuk Pelaku Bisnis"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#website","url":"https:\/\/fazz.com\/id\/","name":"Fazz Indonesia","description":"Just another Fazz Sites site","publisher":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fazz.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#organization","name":"Fazz Indonesia","url":"https:\/\/fazz.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/logo-fazz-animate.gif","contentUrl":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/logo-fazz-animate.gif","width":250,"height":141,"caption":"Fazz Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fazz.com\/id\/#\/schema\/person\/e852f49ad445e5ec9054acd7f2fa469f","name":"adminfazz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/27d9a83b21fb29bfda18300dbe4d57e5bf4d3fb3e1be899fa5c9c24d721f05aa?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/27d9a83b21fb29bfda18300dbe4d57e5bf4d3fb3e1be899fa5c9c24d721f05aa?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/27d9a83b21fb29bfda18300dbe4d57e5bf4d3fb3e1be899fa5c9c24d721f05aa?s=96&d=mm&r=g","caption":"adminfazz"},"sameAs":["https:\/\/fazz.com"],"url":"https:\/\/fazz.com\/id\/newsroom\/author\/adminfazz\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fazz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}