Xfers is now Fazz Business. Learn more
bahasabusinessfazzIndonesia

Pengertian dan Alur Supply Chain dalam Perusahaan

3 May 2023

, diposting oleh by 

Nida Amalia

Pengertian dan Alur Supply Chain dalam Perusahaan

Alur supply chain atau rantai pasokan yang lancar harus selalu dimaksimalkan oleh sebuah perusahaan. Hal itu karena supply chain akan sangat mempengaruhi efisiensi produksi dan berimbas pada keuntungan yang diperoleh. 

Bagi perusahaan, manajemen rantai pasokan yang baik dapat membantu bisnis dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya modal, meningkatkan kepuasan konsumen, dan menambah daya saing. Di sisi lain, kegagalan dalam manajemen rantai pasokan dapat menyebabkan masalah seperti keterlambatan pengiriman produk, kekurangan persediaan, kerusakan produk, dan berkurangnya pelanggan.

Apa itu supply chain dalam perusahaan? 

Bagi perusahaan bisnis, supply chain atau rantai pasokan adalah serangkaian aktivitas yang terkait dengan pengadaan bahan baku, produksi, dan distribusi produk menuju konsumen. Rangkaian ini menjadi sangat penting karena menentukan bahwa produk yang dihasilkan dapat diterima pelanggan secara efisien dan efektif.

Supply chain dalam internal perusahaan merupakan sebuah manajemen yang memastikan bahwa proses bahan baku hingga pengiriman ke konsumen dapat berjalan baik. Sementara itu, supply chain dalam kaitannya antarperusahaan merupakan sebuah jaringan kerja sama. Berbagai pihak yang terkait akan saling mendukung dengan cara memenuhi tugasnya masing-masing.  

Dalam cara kerjanya, supply chain melibatkan berbagai pihak yang menjadi jaringan. Antara satu pihak dengan pihak lain tersebut akan saling mengisi tugas, sehingga hubungan bisnis yang terjadi bukanlah persaingan melainkan saling mendukung. Misalnya, petani pohon kayu bersama-sama dengan perusahaan produksi papan, perajin mebel, dan jasa pengiriman akan saling terkait untuk memenuhi konsumen yang membutuhkan meja.

Apa peranan supply chain dalam proses bisnis? 

Supply chain menghubungkan produsen, pemasok, dan pelanggan pada pasar industri tertentu. Terkait itu, beberapa peranan penting supply chain dalam proses bisnis adalah sebagai berikut.

1. Memaksimalkan efisiensi produksi

Jika berjalan dengan baik, maka supply chain membuat perusahaan dapat memaksimalkan efisiensi produksi. Caranya adalah dengan mengelola pasokan bahan baku dan memastikan pengiriman produk yang secara efisien.

2. Meminimalkan biaya produksi

Supply chain membantu perusahaan untuk meminimalkan biaya produksi dan operasional lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan pengendalian stok secara tepat dan mengoptimalkan aliran logistik secara terukur.

3. Meningkatkan kualitas produk

Setelah terjadi kerja sama yang stabil, supply chain akan secara otomatis membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk. Hal itu dilakukan dengan cara memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas dan proses produksi yang sesuai.

4. Mengurangi risiko

Tanpa hubungan rantai pasok yang jelas, perusahaan tidak dapat melakukan produksi dan distribusi secara pasti. Oleh karena itu, dalam hal ini supply chain membantu perusahaan untuk mengurangi risiko kesalahan atau kegagalan produksi dan hambatan penjualan kepada konsumen. 

5. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Setiap kemajuan yang dilakukan oleh satu pihak dalam rantai pasok, maka akan berpengaruh positif bagi semua pihak yang terlibat dalam produksi. Oleh karena itu, dalam hal ini supply chain membantu perusahaan dalam memenuhi dan menciptakan kepuasan pelanggan. Caranya adalah dengan memastikan ketersediaan produk kapan pun dalam kualitas baik.

Bagaimana alur sistem supply chain pada bisnis?

Sistem supply chain pada bisnis merujuk pada proses pengelolaan rantai pasokan atau proses bisnis yang melibatkan pengadaan, produksi, penyimpanan, dan distribusi barang atau jasa kepada pelanggan akhir. Alur sistem supply chain umumnya terdiri dari beberapa tahap berikut.

1. Pengadaan bahan baku

Tahap pertama dalam alur sistem supply chain adalah pengadaan berbagai komponen yang diperlukan untuk produksi, seperti bahan baku dan alat. Hal ini dilakukan melalui proses pengadaan bahan baku dari pemasok, melakukan negosiasi harga, dan lainnya.

2. Produksi dan pemrosesan

Tahap kedua adalah produksi dan pemrosesan. Setelah bahan baku dan komponen diterima, tahap selanjutnya adalah memproduksi barang jadi atau mengolah bahan mentah menjadi produk jadi. Hal ini melibatkan pengelolaan dan pemantauan kapasitas produksi, kualitas produk, pengendalian biaya, dan efisiensi produksi.

3. Penyimpanan dan manajemen inventaris

Setelah produk jadi diproduksi, tahap selanjutnya adalah penyimpanan dan manajemen inventaris. Hal ini melibatkan proses pengelolaan persediaan barang, mengoptimalkan manajemen penyimpanan, dan memastikan ketersediaan stok yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan.

4. Distribusi dan transportasi

Setelah produk jadi siap untuk dikirim, langkah selanjutnya adalah mengirimkan produk ke pelanggan melalui jalur distribusi yang tepat, seperti menggunakan angkutan darat, laut, dan udara. Hal ini melibatkan pengelolaan proses pengiriman barang, pelacakan, pemantauan pengiriman, serta menjamin produk dapat diantar dengan aman dan tepat waktu.

5. Pelayanan pelanggan

Setelah produk diantarkan ke pelanggan, tahap terakhir dalam alur sistem supply chain adalah pelayanan purna jual. Pelayanan ini dilakukan dengan cara interaksi antara perusahaan dan pelanggan untuk penerimaan retur, klaim garansi, dan dukungan teknis lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelanggan merasa terjamin. 

Memanfaatkan pembiayaan supply chain dari Fazz Business

Salah satu hambatan terbesar dalam supply chain adalah keterlambatan biaya. Misalnya, sebuah perusahaan terlambat membayar bahan baku yang didapatkannya dari pemasok karena belum dapat menjual hasil produksinya. Hal ini membuat pihak pemasok tidak dapat memenuhi bahan mentah untuk produksi selanjutnya karena tidak memiliki modal. 

Untuk mengatasi masalah itu, pelaku bisnis dapat memanfaatkan pembiayaan oleh Fazz Business melalui layanan Loans. Seorang pelaku bisnis atau perusahaan dapat mengajukan bantuan dana untuk membayar faktur atau tagihannya kepada pihak pemasok. Dengan begitu, pihak pemasok barang mentah akan memiliki modal untuk menjalankan produksinya dan perusahaan akan memiliki lebih banyak waktu untuk membayar tagihannya. 

Melalui Loans, pelaku bisnis dapat mengajukan pembiayaan hingga Rp2 miliar. Selain batas pendanaan yang besar, bunga yang diberlakukan pun terbilang kecil dengan mulai dari 1% per bulan. Hal itu dipermudah lagi dengan fleksibilitas waktu pembayaran, sehingga dapat disesuaikan dengan bentuk bisnis yang ada. 

Share

Reach out to unlimit your business

Your company is registered with?

Account you would like to open?

Browse by product

Indonesia