Xfers is now Fazz Business. Learn more
articlesbahasabusinessfazzIndonesialaporan keuangan

Mudah! Tips Menyusun Laporan Keuangan Penjualan Makanan

11 August 2023

, diposting oleh by 

Nida Amalia

Mudah! Tips Menyusun Laporan Keuangan Penjualan Makanan

Dalam bisnis kuliner, menyusun laporan keuangan penjualan makanan menjadi sangat penting dilakukan. Hal ini tidak hanya dalam bisnis skala besar, tetapi juga penting dalam bisnis makanan skala kecil. Artinya, setiap potong makanan yang terjual dan tidak terjual harus dicatat dengan baik. 

Pentingnya laporan keuangan penjualan makanan untuk bisnis kuliner

Laporan keuangan penjualan dalam usaha makanan dapat memberi gambaran mengenai kesehatan keuangan dan kinerja bisnis. Menggunakan laporan keuangan yang akurat dan terperinci, pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih tepat, mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan profitabilitas, dan mengatasi potensi masalah keuangan. 

Selain itu, berikut adalah beberapa alasan mengapa laporan keuangan penjualan makanan sangat penting dalam bisnis kuliner.

1. Pemantauan pendapatan dan biaya

Laporan keuangan penjualan makanan memungkinkan pemilik bisnis untuk melacak pendapatan yang dihasilkan dari penjualan makanan dan biaya yang terkait, seperti bahan baku, gaji karyawan, sewa, dan lain-lain. Hal ini membantu dalam memberikan gambaran tentang efisiensi operasional.

2. Analisis profitabilitas menu

Selama bisnis berjalan, laporan keuangan dapat membantu menganalisis profitabilitas masing-masing item menu. Dengan melihat penjualan dan biaya yang terkait dengan setiap item, pemilik bisnis dapat mengidentifikasi menu-menu yang menghasilkan laba tinggi dan menu yang kurang menguntungkan atau bahkan merugikan.

3. Perencanaan keuangan

Melalui analisis laporan keuangan, seorang pemilik bisnis akan lebih mudah dalam merencanakan anggaran dan strategi keuangan di masa depan. Laporan keuangan bermanfaat sebagai pemetaan yang menunjukkan dampak biaya dan harapan pendapatan. Sederhananya, hal itu membantu dalam mengambil keputusan tentang investasi, ekspansi, atau perubahan dalam operasional.

4. Pengelolaan persediaan

Laporan keuangan yang rinci dapat membantu dalam mengelola persediaan bahan baku dengan lebih efisien. Dengan begitu, bisnis kuliner dapat melihat pola permintaan makanan dan menghindari overstock atau understock bahan baku.

5. Pemantauan utang dan piutang

Bisnis kuliner selalu berhubungan dengan pemasok, pelanggan, dan pihak lainnya. Berkaitan dengan itu, laporan keuangan memungkinkan pemantauan utang yang harus dibayarkan kepada pemasok dan piutang yang harus diterima dari pelanggan. Hal ini akan membantu dalam menjaga arus kas dan sekaligus menjaga hubungan bisnis yang baik dengan mitra.

6. Kepatuhan perpajakan

Laporan keuangan yang akurat dan terperinci sangat penting untuk tujuan perpajakan. Dokumen ini membantu dalam menghitung kewajiban pajak yang harus dibayarkan dan memastikan bahwa bisnis mematuhi aturan pajak yang berlaku.

Tips menyusun laporan keuangan untuk bisnis kuliner

Selain harus mudah dipahami, laporan keuangan harus disusun secara akurat. Beberapa tips berikut ini dapat digunakan dalam menyusun laporan keuangan bisnis makanan secara lebih baik.

1. Gunakan sistem akuntansi dan alat pencatatan yang tepat 

Pilihlah sistem akuntansi yang sesuai dengan bisnis kuliner, metode kas atau akrual. Selain itu, pastikan untuk menggunakan perangkat lunak akuntansi atau lembar kerja yang memudahkan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan.

Catat semua transaksi keuangan secara teliti dan rinci. Catatan tersebut harus meliputi semua pemasukan (penjualan) dan pengeluaran (biaya bahan baku, gaji, sewa, utilitas, dll.). Kategorikan transaksi ke dalam kategori yang jelas, seperti penjualan, biaya bahan baku, biaya operasional, gaji karyawan, pajak, dan lain-lain.

Memanfaatkan kecanggihan teknologi, Anda dapat menggunakan fitur layanan Pay and Receive yang disediakan oleh platform keuangan Fazz Business. Layanan ini memungkinkan pemilik bisnis untuk melakukan pencatatan transaksi dengan sangat rapi dan real time. Dengan begitu, setiap transaksi akan dengan mudah dilacak. 

2. Rekonsiliasi atau cek ulang

Lakukan rekonsiliasi bulanan antara catatan keuangan dengan laporan bank. Pengecekan ulang ini membantu memastikan bahwa tidak ada transaksi yang terlewat atau tercatat ganda. Jika ada ketidaksesuaian, maka harus ada koreksi yang mendalam. 

Untuk kepentingan ini, simpan semua bukti transaksi, seperti faktur, invoice, dan bukti pembayaran. Ini penting untuk tujuan audit dan pemahaman yang lebih baik tentang aliran kas.

3. Penyusunan laporan keuangan utama

Beberapa jenis laporan yang ada dalam laporan keuangan utama adalah sebagai berikut:

   – Laporan laba rugi (income statement), yaitu rangkuman semua pendapatan dan biaya selama periode tertentu untuk menghitung laba atau rugi bersih. Bagian ini akan memberikan gambaran tentang performa bisnis.

   – Neraca atau laporan neraca (balance sheet), yaitu rincian kepemilikan aset, kewajiban bisnis, dan ekuitas bisnis setiap akhir periode. Laporan ini memberikan gambaran tentang posisi dan kondisi keuangan bisnis.

   – Laporan arus kas (cash flow statement), yaitu analisis aliran dana masuk dan keluar selama satu periode. Jenis laporan ini akan memudahkan pemilik usaha dalam memahami arus kas bisnis.

4. Ketepatan dalam pencatatan persediaan

Jika bisnis kuliner memiliki persediaan, pastikan untuk mencatatnya dengan akurat. Sebab, perhitungan persediaan dapat mempengaruhi laporan keuangan, terutama laba rugi. Pencatatan ini meliputi bahan baku, bahan tambahan, dan stok makanan jadi. 

Catatan ketersediaan bahan juga dapat menjadi acuan evaluasi untuk belanja di masa depan. Banyak bisnis makanan sulit berkembang karena mengendapkan modal di bahan persediaan yang terlalu banyak. 

5. Pemisahan keuangan pribadi dan bisnis

Dalam bidang bisnis apapun, sangat penting untuk memisahkan transaksi keuangan pribadi dan usaha. Hal ini umumnya dilakukan dengan cara membuat dua rekening yang berbeda. Anda juga dapat membuat rekening khusus untuk bisnis, meskipun menggunakan nama Anda sebagai pemilik. 

Hindari juga kebiasaan untuk menggunakan uang bisnis dalam kebutuhan pribadi atau sebaliknya. Sikap disiplin ini akan memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan karena membuat transaksi mudah terlacak.

Share

Reach out to unlimit your business

Your company is registered with?

Account you would like to open?

Browse by product

Indonesia