Xfers is now Fazz Business. Learn more
articlesbahasabisnis sampinganbusinessDana BisnisfazzglobalIndonesiakeuangansingaporetips bisnis

8 Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis, Ampuh!

25 July 2022

, diposting oleh by 

Nida Amalia

keuangan pribadi dan bisnis

Mendirikan sebuah usaha dan mengembangkannya tentu tidak mudah. Ada banyak hal yang perlu disiapkan dengan matang. Salah satunya adalah mengatur keuangan usaha agar tetap stabil dan terus meningkat.

Mengatur keuangan usaha dengan baik dapat membuat sistem keuangan yang sehat. Perusahaan Anda pun akan mampu bertahan, berkembang, dan bersaing dengan perusahaan lain. Oleh karena itu, mempelajari cara mengatur keuangan usaha jadi sangat penting. Simak penjelasan lebih lengkap di bawah ini!

Mengapa Penting Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis?

Usaha yang Anda jalankan tentu berbeda dengan hidup Anda sendiri. Dengan demikian, memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi adalah suatu hal yang perlu dilakukan. Hal ini dapat membawa banyak manfaat dan memudahkan dalam mengatur keuangan.

Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis adalah langkah krusial yang harus diambil oleh setiap pebisnis. Tidak hanya memberikan gambaran yang jelas tentang kesehatan finansial masing-masing, tetapi juga melindungi aset pribadi Anda jika terjadi masalah dalam bisnis.

Alasan utama pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis adalah untuk mencerminkan tingkat profesionalisme dalam manajemen keuangan. Dengan membedakan kedua jenis keuangan ini, Anda dapat menghindari campur tangan antara transaksi bisnis dan pengeluaran pribadi, terutama ketika menyangkut pembayaran pajak atau pelaporan keuangan kepada otoritas perpajakan.

Baca juga : 10 Cara Mengelola Keuangan Usaha Startup agar Untung

Tujuan Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Apakah tujuan keuangan usaha Anda untuk sekadar membeli makan tiga kali sehari atau memenuhi kebutuhan sesuai lifestyle? Tentu tidak! Tujuan keuangan usaha adalah mendapatkan keuntungan. Profit yang didapat pun digunakan untuk mengembangkan perusahaan agar keuntungan yang diraih semakin besar.

Lebih lanjut, pemisahan keuangan juga meningkatkan efisiensi dalam manajemen finansial secara menyeluruh. Dengan mengetahui secara pasti berapa banyak uang yang digunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan berapa banyak yang digunakan untuk operasional bisnis, Anda dapat membuat perkiraan anggaran dengan lebih akurat. Ini akan membantu menjaga stabilitas finansial dan memberikan pemahaman mendalam tentang arus kas serta profitabilitas usaha.

Pentingnya pemisahan keuangan juga terwujud sebagai langkah perlindungan diri yang bijaksana. Dalam situasi darurat bisnis atau bahkan kebangkrutan, memiliki pemisahan yang jelas antara aset pribadi dan aset bisnis akan melindungi harta benda pribadi seperti rumah atau kendaraan dari risiko kebangkrutan.

Baca juga : 7 Buku Manajemen Keuangan untuk Calon Pebisnis

Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Berikut ada beberapa tips sederhana yang dapat membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatur keuangan secara efektif.

1. Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha

Langkah pertama dalam mengatur keuangan usaha adalah memisahkan rekening keuangan pribadi dari keuangan bisnis. Untuk memudahkan, Anda bisa membuka dua rekening baru di bank yang berbeda.

Sebagai catatan, sebaiknya jangan mengambil atau menggunakan uang bisnis untuk keperluan pribadi. Sebab, tindakan ini dapat membuat usaha Anda bangkrut. Jangan lupa untuk selalu mengecek arus keuangan usaha secara rutin untuk mengetahui mutasi keuangan yang terjadi.

2. Rancang Perencanaan Rutin

Setelah membuat dua rekening berbeda untuk pribadi dan bisnis, Anda dapat merancang perencanaan usaha secara rutin. Rencana yang bersifat umum dapat dibuat terlebih dahulu, baru selanjutnya mengerucut ke rencana yang lebih spesifik.

Rancanglah perencanaan berdasarkan kurun waktu, dari harian, mingguan, hingga bulanan. Gunakan buku atau catatan digital untuk mencatat setiap rencana. Yang terpenting, jalankan perencanaan tersebut dengan komitmen tinggi.

3. Catat Transaksi Arus Kas

Tips mengatur keuangan usaha selanjutnya adalah mencatat transaksi arus kas. Cara ini bertujuan agar Anda dapat melihat arus keuangan bisnis. Selain itu, kebocoran arus kas juga dapat dicegah melalui pencatatan kas yang rinci.

Dalam mengatur keuangan pribadi, laporan keuangan tidak selalu dibuat setiap bulannya. Sebaliknya, mengatur keuangan usaha harus memperhatikan arus transaksi. Selanjutnya, buatlah laporan bulanan dan tahunan secara rutin.

4. Susun Laporan Keuangan Usaha

Perlu diingat, mengelola keuangan pribadi berbeda dengan membuat laporan untuk usaha. Jadi, ketika mengatur keuangan usaha, perlu diperhatikan dengan cermat transaksi yang dilakukan.

Dalam membuat laporan keuangan usaha, ada empat elemen utama yang tidak boleh dilewatkan, yakni laporan penghasilan, laporan arus kas, laporan modal, dan laporan neraca. Setelah elemen tersebut dipahami, buatlah laporan keuangan secara berkala, mulai dari laporan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

5. Siapkan Dana Darurat

Tips mengatur keuangan usaha yang tak kalah penting adalah menyiapkan dana darurat. Perkembangan usaha di masa mendatang tidak dapat diprediksi. Banyak hal buruk yang dapat terjadi, misalnya saja bencana alam.

Sebaiknya, persiapan dana darurat sejak awal, bahkan sebelum usaha dimulai. Pastikan dana yang disiapkan minimal tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan usaha. Dengan demikian, kerugian usaha sedapat mungkin bisa diminimalisir.

6. Cermat dalam Mengalokasikan Dana

Buka rekening bank terpisah khusus untuk keperluan bisnis Anda. Dengan demikian, akan lebih mudah melacak pendapatan dan pengeluaran terkait operasional perusahaan.

Alokasi dana pribadi dan dana perusahaan tentu perbeda. Dalam mengatur dana pribadi,  Anda bisa membagi anggaran untuk makan, menabung, kebutuhan rumah, dan lain-lain. Jika mengatur keuangan usaha, dana pada umumnya akan dialokasikan untuk biaya operasional perusahaan, modal usaha, dana darurat, dan sebagainya.

7. Gunakan Kartu Kredit Bisnis

Selain membuka rekening bank terpisah, gunakan kartu kredit perusahaan khusus untuk bisnis. Hal ini mempermudah pemisahan transaksi pribadi dan transaksi usaha, meningkatkan kendali atas keuangan secara efektif.

8. Mulai Berinvestasi

Alokasikan dana ke instrumen investasi untuk menjaga kondisi keuangan dan meningkatkan keuntungan seiring waktu. Hal ini memberikan kestabilan finansial untuk mewujudkan kehidupan ideal di masa depan tanpa kekhawatiran.

Baca juga : Inklusi Keuangan Adalah: Tujuan, Indikator, Manfaat & Caranya

Itulah beberapa poin penting tentang cara mengatur keuangan usaha yang bisa Anda terapkan. Apapun perencanaan usaha Anda, pastikan transaksi tercatat dengan rinci agar laporan keuangan dapat disusun dengan baik. Anda bisa menggunakan layanan payment solution dari  Fazz Business (Sebelumnya dikenal sebagai Xfers) untuk mengatur transaksi bisnis Anda.

Payment solution dapat mengintegrasikan seluruh pembayaran menggunakan layanan pembayaran satu pintu (one stop payment). Dengan begitu, semua transaksi dapat tercatat dengan jelas dan pengecekan keluar-masuknya uang pun lebih akurat.

Jadi, sudah siap mengatur keuangan usaha Anda secara efektif? Kunjungi website Fazz Business, sambungkan bisnis Anda, dan dapatkan manfaatnya!

Share

Reach out to unlimit your business

Your company is registered with?

Account you would like to open?

Browse by product

Indonesia