Deposito masih menjadi salah satu instrumen keuangan favorit bagi masyarakat yang ingin mendapatkan imbal hasil stabil dengan risiko rendah. Namun, tidak sedikit orang yang masih bingung tentang cara hitung bunga deposito, terutama ketika mulai membandingkan berbagai layanan keuangan yang menawarkan return berbeda-beda.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menghitung bunga deposito dengan contoh sederhana, faktor yang memengaruhi besarnya bunga, serta bagaimana memilih layanan deposito dengan return tinggi seperti yang ditawarkan oleh Fazza.
Apa Itu Bunga Deposito?
Bunga deposito adalah imbal hasil yang diberikan kepada nasabah atas dana yang disimpan dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan tabungan biasa, deposito memiliki tenor tetap, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
Semakin lama tenor dan semakin besar dana yang disimpan, biasanya bunga yang diperoleh juga semakin besar. Namun, besaran bunga deposito tetap bergantung pada kebijakan masing-masing penyedia layanan keuangan. Mengutip dari artikel Finansial Bisnis, deposito menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menyimpan uang sekaligus mendapatkan imbal hasil tetap.
Cara Hitung Bunga Deposito Secara Umum
Secara sederhana, rumus cara hitung bunga deposito adalah:
| Dana deposito × suku bunga per tahun × tenor (dalam bulan) ÷ 12 |
Rumus ini digunakan untuk menghitung bunga kotor sebelum pajak.
Contoh:
Jika Anda menyimpan dana sebesar Rp10.000.000 dengan bunga deposito 6% per tahun selama 6 bulan, maka perhitungannya adalah:
Rp10.000.000 × 6% × 6 ÷ 12 = Rp300.000
Artinya, bunga kotor yang Anda dapatkan selama 6 bulan adalah Rp300.000.
Cara Hitung Bunga Deposito Setelah Pajak
Di Indonesia, bunga deposito umumnya dikenakan pajak. Oleh karena itu, penting untuk memahami perhitungan bunga bersih yang benar-benar Anda terima.
Rumus bunga bersih:
| Bunga kotor − pajak bunga |
Jika pajak bunga misalnya 20%, maka dari contoh sebelumnya:
Pajak = 20% × Rp300.000 = Rp60.000
Bunga bersih = Rp300.000 − Rp60.000 = Rp240.000
Dengan demikian, dana yang akan Anda terima di akhir tenor adalah:
Rp10.000.000 + Rp240.000 = Rp10.240.000
Cara Hitung Bunga Deposito Harian
Selain perhitungan bulanan, bunga deposito juga bisa dihitung secara harian, terutama untuk simulasi atau perbandingan produk.
Rumus sederhananya:
| Dana deposito × suku bunga per tahun ÷ 365 × jumlah hari |
Cara ini membantu pengguna memahami potensi bunga jika deposito dicairkan atau disimulasikan dalam jangka waktu tertentu.
Faktor yang Mempengaruhi Besar Bunga Deposito
Beberapa faktor utama yang memengaruhi hasil perhitungan bunga deposito antara lain:
1. Besaran suku bunga
Semakin tinggi suku bunga yang ditawarkan, semakin besar bunga yang Anda dapatkan.
2. Tenor simpanan
Deposito dengan tenor lebih panjang umumnya menawarkan bunga lebih tinggi.
3. Jumlah dana yang disimpan
Beberapa layanan memberikan bunga lebih besar untuk nominal tertentu.
4. Sistem pengelolaan dana
Layanan keuangan berbasis koperasi atau digital sering kali menawarkan return lebih kompetitif dibandingkan tabungan konvensional.
Mengapa Penting Memahami Cara Hitung Bunga Deposito?
Dengan memahami cara hitung bunga deposito, Anda dapat:
- Membandingkan produk deposito secara objektif
- Menentukan tenor yang paling menguntungkan
- Menghindari ekspektasi keuntungan yang keliru
- Menyusun strategi keuangan jangka menengah dan panjang
Tanpa pemahaman yang baik, seseorang bisa tergiur bunga tinggi tanpa memperhatikan pajak, tenor, atau ketentuan lainnya.
Alternatif Deposito dengan Return Lebih Tinggi
Saat ini, deposito tidak hanya tersedia melalui bank konvensional. Aplikasi keuangan digital juga menawarkan produk simpanan dan deposito dengan return yang lebih kompetitif.
Fazza merupakan salah satu aplikasi keuangan digital berbasis koperasi yang menyediakan keuntungan bunga deposito hingga 9% per tahun, atau return 6,5% hanya dengan menyimpan uang di aplikasi. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga tabungan konvensional.
Selain menawarkan return menarik, Fazza juga:
- Menggunakan sistem pengelolaan dana berbasis koperasi
- Memiliki sistem keamanan yang diawasi oleh lembaga keuangan
- Memberikan pengalaman digital yang praktis untuk memantau simpanan dan imbal hasil
Informasi lengkap mengenai layanan keuangan dan deposito digital Fazza dapat diakses di sini.
Contoh Simulasi Bunga Deposito di Layanan Digital
Misalnya, Anda menyimpan dana Rp10.000.000 dengan return 9% per tahun selama 12 bulan. Maka simulasi bunga kotor yang diperoleh adalah:
Rp10.000.000 × 9% = Rp900.000 per tahun
Dengan memahami cara hitung bunga deposito seperti ini, pengguna dapat langsung membandingkan potensi keuntungan antar platform sebelum memutuskan menyimpan dana.
Tips Memilih Deposito yang Tepat
Agar tidak salah memilih, berikut beberapa tips sebelum membuka deposito:
- Bandingkan suku bunga dan tenor
- Perhatikan sistem keamanan dan pengawasan
- Pahami ketentuan pajak dan pencairan
- Pilih layanan yang transparan dan mudah digunakan
- Sesuaikan dengan tujuan keuangan Anda
Deposito dengan bunga tinggi memang menarik, tetapi keamanan dan kejelasan sistem tetap menjadi faktor utama.
Cara hitung bunga deposito sebenarnya cukup sederhana jika dipahami langkah demi langkah. Dengan mengetahui rumus dasar, pajak, dan faktor yang memengaruhi bunga, Anda dapat memperkirakan keuntungan secara lebih akurat.
Di tengah banyaknya pilihan, Fazza hadir sebagai alternatif layanan keuangan digital dengan return tinggi dan sistem yang terjaga. Bagi pengguna yang ingin mengembangkan dana secara stabil dan praktis, memahami perhitungan bunga deposito adalah langkah awal yang penting.
Ingin mendapatkan bunga deposito tinggi dengan perhitungan yang transparan dan proses digital yang praktis? Pelajari lebih lanjut tentang layanan simpanan dan deposito Fazza dan mulai kelola dana Anda dengan lebih optimal hari ini.
Mulai investasi dengan bunga deposito terbaik sekarang juga dengan download aplikasi Fazza di Play Store atau App Store.
