Xfers is now Fazz Business. Learn more
articlesatur keuangan bisnisbahasabusinessfazzglobalIndonesiakeuangan bisnissingaporetips bisnis

10+ Cara Mengelola Keuangan Usaha Agar Sukses dan Tidak Rugi

6 October 2022

, diposting oleh by 

Nida Amalia

atur keuangan perusahaan

Cara mengelola keuangan usaha harus dilakukan dengan benar dan tepat. Sebuah bisnis yang sehat membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, diperlukan keahlian khusus untuk dapat mengelolanya dengan tepat. 

Agar usaha tetap bertahan, berkembang, dan bersaing, diperlukan sistem keuangan yang sehat. Semuanya dilakukan oleh para entrepreneur untuk kemajuan bisnis itu sendiri, yaitu membuat keuangan yang sehat dan tidak rugi.

Baca juga : Inklusi Keuangan Adalah – Tujuan, Indikator, Manfaat & Caranya

Cara Mengelola Keuangan Usaha

Tak hanya manajemen keuangan yang baik, pelaku bisnis juga perlu memahami pentingnya mengatur arus kas dan bagaimana cara menjaga arus kas tersebut agar tetap lancar. Untuk itu, diperlukan tips bagi pelaku bisnis agar dapat mengatur keuangan bisnis dengan mudah. Simak tipsnya berikut ini:

1. Pisahkan uang pribadi dan uang perusahaan

Keuangan perusahan dan keuangan pribadi perlu dipisahkan. Mencampuradukkan keduanya bisa berakibat besar karena akan mengganggu laju keuangan bisnis yang Anda jalankan. Pasalnya, selain menyulitkan pembukuan, Anda bisa saja mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi yang tidak direncanakan sehingga perusahaan kehilangan omset untuk sesuatu yang tidak jelas. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemisahan tersebut, agar keuangan perusahaan dapat terkontrol.

2. Tentukan alokasi keuangan bisnis

Untuk mengelola keuangan dengan baik, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan berapa persen uang yang dialokasikan untuk operasional bisnis. Berapa persen target laba yang ingin dicapai, berapa persen uang untuk cadangan kas bisnis, serta berapa persen uang untuk pengembangan bisnis.

Dengan menentukan persentase, Anda dapat lebih mudah mengelola keuangan sesuai dengan porsi yang telah ditentukan di awal memulai bisnis.

3. Menggunakan teknologi untuk monitor keuangan bisnis

Memantau dan mengatur keuangan perusahaan memang perlu waktu yang tidak sedikit. Anda perlu rutin dan berkala dalam melakukan pengecekan kas pada transaksi perusahaan sebagai cara mengelola keuangan usaha Anda. Oleh karenanya, untuk mempermudah pekerjaan tidak ada salahnya jika Anda dibantu oleh teknologi yang ada.

Salah satu teknologi yang bisa Anda gunakan adalah produk Pay and Receive dari Fazz Business. Produk Pay and Receive dari Fazz Business dapat menyesuaikan data pembayaran dari pelanggan secara otomatis melalui satu dashboard. Anda pun dapat fokus pada pekerjaan yang lain.

Untuk dapat menggunakannya, Anda perlu buka akun terlebih dahulu.

4. Membuat perencanaan jangka panjang dan pendek

Perencanaan jangka panjang dan pendek dalam keuangan perusahaan penting adanya. Pasalnya, dengan membuat perencanaan jangka panjang dan pendek Anda bisa tahu tujuan bisnis yang dikelola.

Misalnya saja, perencanaan keuangan jangka pendek Anda dialokasikan untuk gaji dan operasional. Sementara jangka panjang adalah untuk mengembangkan bisnis.

Pengembangan bisnis yang tepat menjadi salah satu bentuk investasi yang perlu dilakukan. Oleh karena itu, Anda perlu menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan bisnis kedepannya.

5. Melakukan negosiasi saat bekerja sama dengan vendor atau supplier

Untuk menjalankan bisnis, terkadang Anda perlu kerja sama dengan pihak eksternal. Namun Anda juga perlu cermat dalam memilih dan menentukan vendor atau supplier yang akan membantu bisnis Anda. 

Saat melakukan pembelian dari vendor atau kontrak dengan supplier, cobalah bernegosiasi dengan supplier untuk kesepakatan yang lebih baik. Dengan bernegosiasi, terkadang Anda akan mampu mendapatkan penawaran terbaik sehingga lebih menghemat dan menjaga kestabilan keuangan bisnis.

Jangan lupa untuk memeriksa syarat pembelian seperti denda dan masa tenggang saat membuat keputusan. Cek semua kesepakatan yang ada agar nantinya kerjasama berjalan dengan lancar dan Anda terhindar dari tipuan.

Baca juga : Ciri-Ciri Kewirausahaan yang Harus Dimiliki Pebisnis

6. Buat jurnal dan evaluasi berjangka

Cara mengelola keuangan usaha selanjutnya yakni, membuat evaluasi keuangan adalah suatu tujuan akhir dari dokumentasi arus dalam satu periode. Ada 2 alasan mengapa evaluasi keuangan harus dilakukan:

Pertama, evaluasi keuangan akan menampilkan sebuah pencapaian perusahaan selama satu periode. Evaluasi tersebut dapat memberikan informasi apakah langkah yang diambil sudah benar atau belum. Dengan evaluasi juga kondisi keuangan selama satu periode akan dapat terlihat dengan jelas.

Kedua, evaluasi keuangan juga dapat memperlihatkan pola pengeluaran perusahaan dalam satu periode. Apabila banyak terdapat kekurangan, maka Anda dapat mengambil langkah perbaikan pada periode selanjutnya.

7. Lakukan pembayaran invoice tepat waktu

Ini merupakan salah satu kewajiban perusahaan yang paling penting, karena dapat mempengaruhi kelangsungan usaha suatu bisnis. Pembayaran yang terlambat bisa mengakibatkan proses produksi terhambat, aktivitas kerja terganggu, sampai membuat hubungan kerjasama dengan vendor menjadi tidak baik.

Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk menyadari kewajibannya dalam memproses pembayaran tepat waktu. Dengan begitu Anda terhindar dari denda yang menumpuk.

Pembayaran invoice akan lebih mudah dengan teknologi. Anda juga bisa menggunakan produk Pay and Receive dari Fazz Business untuk melakukan pembayaran otomatis ataupun sekaligus.

8. Siapkan dana darurat

Tak hanya penting bagi keuangan rumah tangga, dana darurat juga krusial dalam keuangan perusahaan. Sisihkan dana perusahaan sebagai dana darurat perusahaan untuk antisipasi jika terjadi hal-hal tak terduga di masa depan. Ini sebagai cara mengelola keuangan usaha yang benar. Dengan memiliki dana darurat, maka kas perusahaan tidak akan terganggu apabila ada pengeluaran mendadak yang harus dilakukan.

Sebagai langkah antisipasi, pastikan usaha Anda memiliki dana darurat dengan perhitungan yang disesuaikan dengan bisnis yang Anda jalankan. Dengan adanya dana darurat, maka usaha bisa tetap berjalan meski mungkin lajunya tidak seperti saat kondisi normal. Dana darurat untuk usaha tidak selalu berbentuk uang tunai. Meski begitu, usahakan dana yang Anda miliki memiliki likuiditas tinggi sehingga mudah dicairkan dengan cepat.

Baca juga : Simak Konsep dan Cara Rekonsiliasi dalam Keuangan Bisnis!

9. Pertimbangkan hutang produktif untuk mengembangkan bisnis

Dalam dunia usaha, berutang bukan berarti hal yang buruk. Justru dengan berutang, Anda bisa menyehatkan kas perusahaan dan membuka peluang untuk melakukan ekspansi usaha. Selama Anda sudah melakukan perhitungan yang matang dan perencanaan bisnis yang baik, maka tak perlu takut berutang kepada bank atau lembaga keuangan.

Salah satu lembaga keuangan yang dapat Anda manfaatkan untuk mengajukan pinjaman produktif adalah Fazz Business. Tidak hanya menyediakan layanan untuk mengatur keuangan perusahaan, Fazz Business juga menyediakan pinjaman bagi pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. Informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi halaman produk Loan dari Fazz Business.

10. Simpan dan catat semua bukti transaksi 

Agar semua arus penerimaan dan pengeluaran dapat terlacak, simpan semua bukti transaksi bisnis yang terjadi. Dengan begitu, apabila ada selisih angka dalam laporan keuangan, Anda dapat mengecek kembali bukti transaksi yang bersangkutan. Bukti transaksi juga penting disimpan untuk membuat laporan arus kas dan laporan neraca perusahaan.

11. Buat anggaran yang jelas secara berkala

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran. Jika Anda baru merintis usaha, buatlah anggaran belanja yang jelas dan terperinci. Namun, bila Anda sudah terjun menjalankan bisnis, pastikan pembuatan anggaran dilakukan berkala. Dengan membuat anggaran belanja yang rinci, Anda bisa membuat estimasi pengeluaran. Cara ini juga bisa membantu Anda agar terhindar dari risiko mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

12. Perhatikan aset usaha

Selanjutnya, jangan lupa untuk menghitung aset usaha yang Anda miliki. Selain aset, perhatikan juga modal serta utang piutang usaha. Hal ini dikarenakan  terkadang, nominal yang tercantum pada saldo kas tidak bisa menjadi tolak ukur pasti untuk menghitung modal Anda. Ada kalanya saldo kas juga memuat utang yang harus dibayarkan.

Dalam beberapa kasus lain, terkadang modal juga lebih besar karena saldo kas belum memuat aset tidak lancar. Sehingga, langkah ini akan membantu Anda dalam mengambil keputusan usaha seperti saat Anda ingin membeli perlengkapan untuk meningkatkan produksi.

13. Investasikan laba

Usaha Anda berjalan lancar sehingga mendatangkan laba atau keuntungan dalam jumlah besar? Kelola laba tersebut dengan bijak. Alih-alih menggunakan laba untuk keperluan pribadi yang sebenarnya tidak terlalu penting, Anda bisa berinvestasi.

Investasi laba bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar lagi untuk Anda. Dengan catatan, instrumen investasi yang Anda pilih memiliki risiko kecil (low risk). Hindari memilih instrumen investasi dengan risiko besar (high risk), terutama jika Anda belum terlalu paham cara kerjanya. Investasi berisiko besar memang sering mendatangkan keuntungan besar (high return), namun kemungkinan untuk merugi pun juga tak kalah tinggi.

Baca juga : Inilah 4 Cara Membuat Laporan Keuangan Bisnis Sederhana

14. Gunakan jasa payment solution

Cara terakhir mengelola keuangan usaha adalah memperhatikan laporan keuangan serta arus kas secara berkala. Dengan rutin mengecek laporan keuangan dan arus kas, Anda bisa tahu bagaimana alur keluar-masuknya uang dalam usaha.

Namun, Anda merasa kesulitan untuk melacak transaksi yang dijadikan dasar penyusunan laporan keuangan? Tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan bantuan teknologi payment solution seperti Fazz Business. Lewat payment solution, setiap transaksi yang terjadi dalam usaha Anda akan tercatat otomatis.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa mengelola keuangan sangat memengaruhi kelangsungan usaha, ya. Dengan memahami cara mengelola keuangan usaha yang baik, maka usaha Anda pun akan bertahan lama.

Itu dia 10+ cara mengelola keuangan usaha yang perlu Anda terapkan. Mulai dari hal-hal yang bisa Anda lakukan sendiri maupun melalui teknologi tentu bisa diupayakan untuk mendukung operasional bisnis perusahaan Anda. Cari tahu cara terbaik untuk membangun keuangan bisnis dan strategi mengembangkannya melalui berbagai case study dari Fazz.

Jika mempunyai pertanyaan terkait layanan teknologi untuk membantu bisnis, Anda bisa hubungi tim Fazz melalui form di kontak kami. Selamat berbisnis!

Share

Reach out to unlimit your business

Your company is registered with?

Account you would like to open?

Browse by product

Indonesia