Panduan Lengkap Cara Buat Barcode QRIS untuk UMKM

3 August 2026

, diposting oleh by 

Nida Amalia

Panduan Lengkap Cara Buat Barcode QRIS untuk UMKM

Cara buat barcode QRIS cukup sederhana: Anda hanya perlu mendaftar melalui salah satu Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) resmi seperti bank, e-wallet, atau fintech, melengkapi dokumen usaha, lalu menunggu proses verifikasi sebelum barcode QRIS aktif digunakan. Prosesnya umumnya memakan waktu 1-3 hari kerja tergantung provider yang dipilih.

Bagi pemilik warung dan UMKM, memiliki QRIS bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan operasional. Artikel ini membahas tuntas seluruh proses pembuatan QRIS, mulai dari syarat dokumen, perbandingan provider, biaya MDR, hingga strategi agar QRIS benar-benar meningkatkan transaksi harian usaha Anda.

Mengapa QRIS Penting untuk Usaha Anda

Perilaku belanja masyarakat Indonesia terus bergeser ke arah non-tunai. Konsumen kini terbiasa membayar hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi perbankan atau e-wallet favorit mereka, tanpa perlu membawa uang tunai atau khawatir soal kembalian.

Bagi pelaku usaha, QRIS menawarkan beberapa keuntungan operasional yang konkret:

  • Mempercepat proses transaksi karena tidak perlu menghitung kembalian
  • Mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau menerima uang palsu
  • Pencatatan transaksi otomatis tercatat di aplikasi merchant
  • Menjangkau pelanggan yang lebih memilih pembayaran digital
  • Satu kode QR dapat menerima pembayaran dari seluruh aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS

Keunggulan terakhir inilah yang membedakan QRIS dari sistem pembayaran digital sebelumnya. Sebelum QRIS diberlakukan, setiap penyedia jasa pembayaran memiliki kode QR sendiri-sendiri, sehingga merchant harus memasang banyak stiker QR berbeda di meja kasir.

Apa Itu QRIS dan Bagaimana Cara Kerjanya

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR pembayaran nasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menyatukan berbagai kanal pembayaran QR code menjadi satu standar tunggal.

Secara teknis, QRIS bekerja dengan menyatukan protokol pembayaran dari bank, e-wallet, dan fintech ke dalam satu kode QR. Ketika pelanggan memindai kode tersebut menggunakan aplikasi apa pun yang mendukung QRIS, sistem akan otomatis meneruskan dana ke rekening merchant melalui jaringan switching yang terhubung dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Menurut ketentuan Bank Indonesia, seluruh transaksi QRIS di Indonesia harus melalui PJSP yang telah memperoleh izin resmi, sehingga keamanan transaksi terjamin secara regulasi.

Syarat dan Dokumen untuk Membuat QRIS

Sebelum mendaftar, siapkan dokumen berikut agar proses pengajuan berjalan lancar:

  • KTP pemilik usaha atau penanggung jawab
  • NPWP (untuk sebagian provider, terutama badan usaha)
  • Nomor rekening bank aktif atas nama pemilik usaha
  • Foto tempat usaha (tampak depan dan area kasir)
  • Nomor telepon dan email aktif untuk verifikasi
  • Surat izin usaha (opsional, tergantung provider dan skala usaha)

Untuk usaha perorangan seperti warung atau pedagang kaki lima, umumnya KTP dan rekening bank sudah cukup. Usaha berbadan hukum biasanya diminta melengkapi NPWP dan dokumen legalitas tambahan.

Pilihan Provider Resmi Penyedia QRIS

Ada tiga kategori utama penyedia QRIS yang bisa dipilih sesuai kebutuhan usaha Anda:

Bank

Bank umum dan bank daerah menyediakan QRIS terintegrasi dengan rekening tabungan usaha. Cocok untuk pelaku usaha yang sudah memiliki rekening bisnis dan menginginkan pencairan dana langsung ke rekening utama.

E-wallet

Aplikasi dompet digital seperti GoPay, OVO, dan DANA juga menawarkan fitur QRIS merchant, biasanya dengan proses pendaftaran yang lebih cepat dan berbasis aplikasi.

Fintech (PJSP)

Perusahaan fintech seperti Payfazz menyediakan QRIS dengan pendekatan yang lebih ramah untuk warung dan UMKM, sering dibarengi dengan layanan tambahan seperti PPOB, top-up saldo, dan pelatihan penggunaan.

Seluruh penyedia ini harus terdaftar resmi sebagai PJSP di Bank Indonesia. Anda bisa memverifikasi status izin sebuah provider melalui situs resmi Bank Indonesia sebelum mendaftar.

Cara Membuat QRIS via Bank (Step-by-Step)

  1. Kunjungi kantor cabang bank terdekat atau ajukan melalui aplikasi mobile banking jika tersedia fitur merchant
  2. Isi formulir pendaftaran merchant QRIS
  3. Serahkan KTP, NPWP (jika diminta), dan buku rekening
  4. Petugas bank melakukan verifikasi data dan survei lokasi usaha (untuk beberapa bank)
  5. Tunggu proses persetujuan, biasanya 3-7 hari kerja
  6. Setelah disetujui, Anda menerima stiker QRIS fisik dan akses ke dashboard merchant

Cara Membuat QRIS via E-wallet

  1. Unduh aplikasi e-wallet pilihan dan buat akun bisnis/merchant
  2. Pilih menu pendaftaran merchant atau QRIS bisnis
  3. Unggah foto KTP dan foto tempat usaha
  4. Hubungkan rekening bank untuk pencairan dana
  5. Verifikasi berlangsung 1-3 hari kerja melalui aplikasi
  6. QRIS dapat langsung diunduh dan dicetak setelah akun disetujui

Cara Membuat QRIS via Fintech

Pendaftaran melalui fintech seperti Payfazz umumnya dirancang lebih sederhana untuk pelaku usaha mikro:

  1. Unduh aplikasi fintech penyedia QRIS
  2. Daftar sebagai agen atau merchant menggunakan nomor telepon aktif
  3. Lengkapi data KTP dan foto usaha langsung dari aplikasi
  4. Hubungkan rekening bank atau e-wallet untuk pencairan saldo
  5. Verifikasi otomatis biasanya selesai dalam hitungan jam hingga 1 hari kerja
  6. QRIS dapat langsung dicetak dari fitur unduh di aplikasi

Proses melalui fintech umumnya menjadi pilihan warung dan UMKM karena tidak memerlukan kunjungan ke kantor cabang dan dapat diselesaikan sepenuhnya dari ponsel.

QRIS Statis vs Dinamis: Apa Bedanya?

QRIS statis adalah kode QR tetap yang dicetak sekali dan digunakan berulang kali, di mana pelanggan harus memasukkan sendiri nominal pembayaran saat memindai. Jenis ini paling umum digunakan warung dan pedagang kecil karena biaya cetak murah dan pemasangan sederhana.

QRIS dinamis menghasilkan kode QR baru setiap transaksi dengan nominal yang sudah otomatis tertera, biasanya ditampilkan melalui layar aplikasi kasir atau EDC. Jenis ini lebih cocok untuk usaha dengan volume transaksi tinggi yang membutuhkan pencatatan otomatis per transaksi.

AspekQRIS StatisQRIS Dinamis
Cara pakaiNominal diinput manual oleh pembeliNominal otomatis muncul di layar
MediaStiker cetakLayar aplikasi/EDC
Cocok untukWarung, usaha kecilUsaha dengan transaksi tinggi, kasir digital
Risiko human errorLebih tinggi (nominal salah input)Lebih rendah

Biaya dan Sistem MDR QRIS

MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya yang dipotong dari setiap transaksi QRIS sebagai kompensasi bagi penyedia jasa pembayaran. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, MDR QRIS untuk kategori usaha mikro ditetapkan lebih rendah dibanding kategori usaha menengah dan besar untuk mendukung inklusi keuangan UMKM.

Meski regulasi menetapkan batas MDR, praktik di lapangan menunjukkan variasi antar provider yang perlu diperhatikan merchant:

  • Bank: umumnya menerapkan MDR sesuai batas ketentuan BI, dengan pencairan dana mengikuti jadwal settlement bank (H+1)
  • E-wallet: MDR serupa, namun beberapa menawarkan promo bebas biaya untuk periode tertentu
  • Fintech: sering menawarkan skema MDR kompetitif dengan pencairan dana yang lebih fleksibel, termasuk opsi pencairan instan dengan biaya tambahan

Penting dipahami bahwa MDR usaha mikro berbeda dari MDR merchant reguler. Pastikan usaha Anda terdaftar pada kategori yang tepat saat pendaftaran agar tidak dikenakan biaya lebih tinggi dari seharusnya.

Cara Mencetak, Setup, dan Memasang QRIS

Setelah akun disetujui, Anda akan menerima kode QRIS dalam format digital (PDF/gambar) yang dapat dicetak sendiri atau menggunakan stiker fisik yang dikirim provider. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan:

  • Cetak dengan ukuran minimal 10×10 cm agar mudah dipindai
  • Gunakan bahan laminasi agar QRIS tidak cepat pudar atau rusak
  • Tempatkan di area yang terlihat jelas oleh pelanggan, idealnya di meja kasir atau dekat pintu masuk
  • Hindari menempel QRIS di permukaan yang memantulkan cahaya berlebihan, karena bisa menyulitkan proses pemindaian

Strategi Pemasangan QRIS agar Transaksi Meningkat

Memasang QRIS saja belum cukup untuk mendorong pelanggan menggunakannya. Berikut strategi praktis yang terbukti meningkatkan adopsi QRIS di lapangan:

  • Tempatkan QRIS di beberapa titik strategis, tidak hanya di kasir, tetapi juga di meja pelanggan untuk usaha kuliner
  • Berikan tanda visual yang jelas seperti “Bisa Bayar QRIS” agar pelanggan tidak ragu bertanya
  • Latih staf untuk menawarkan opsi QRIS secara aktif, bukan hanya menunggu pelanggan bertanya
  • Gunakan QRIS soundbox atau notifikasi suara agar kasir dapat memverifikasi pembayaran tanpa harus mengecek layar terus-menerus
  • Untuk usaha yang berjualan online maupun offline, pastikan QRIS yang sama dapat digunakan lintas kanal, misalnya dicantumkan di invoice digital untuk pelanggan online dan dicetak fisik untuk pelanggan yang datang langsung ke toko

Konteks penjual online dan offline sedikit berbeda. Penjual offline mengandalkan visibilitas fisik QRIS di lokasi usaha, sementara penjual online lebih membutuhkan kemudahan berbagi kode QRIS melalui chat atau invoice digital, sehingga format QRIS dinamis atau kode yang bisa diunduh ulang menjadi lebih relevan.

Mengatasi Kendala Pendaftaran QRIS yang Tertunda

Tidak jarang proses pengajuan QRIS mengalami keterlambatan atau status “pending” lebih lama dari estimasi. Beberapa penyebab umum dan solusinya:

  • Data KTP tidak sesuai rekening bank: pastikan nama pada rekening identik dengan KTP yang didaftarkan
  • Foto usaha kurang jelas: ambil ulang foto dengan pencahayaan cukup dan menampilkan papan nama usaha jika ada
  • Nomor telepon tidak aktif untuk verifikasi OTP: gunakan nomor yang aktif menerima SMS/panggilan
  • Kategori usaha tidak sesuai: hubungi customer service provider untuk mengoreksi kategori usaha yang salah input
  • Proses lebih dari 7 hari kerja tanpa update: hubungi layanan bantuan provider secara langsung, jangan hanya menunggu, karena beberapa kasus membutuhkan konfirmasi manual dari pihak merchant

Jika pendaftaran melalui satu provider terus tertunda tanpa kejelasan, pelaku usaha dapat mencoba mendaftar melalui provider fintech yang biasanya memiliki proses verifikasi lebih cepat dan layanan bantuan yang responsif.

Integrasi QRIS dengan Sistem Kasir

Bagi usaha yang sudah menggunakan sistem kasir digital atau POS (Point of Sale), integrasi QRIS memberikan manfaat signifikan berupa pencatatan transaksi otomatis tanpa perlu mencocokkan manual antara struk penjualan dan mutasi rekening.

Dengan integrasi ini, setiap transaksi QRIS yang berhasil akan otomatis tercatat dalam laporan penjualan harian, memudahkan rekonsiliasi kas di akhir shift. Beberapa sistem kasir modern juga mendukung QRIS dinamis, di mana nominal pembayaran otomatis muncul begitu kasir menginput jumlah transaksi, mengurangi risiko kesalahan input nominal oleh pelanggan.

Bagi usaha dengan banyak outlet, integrasi ini juga memungkinkan pemilik memantau performa transaksi QRIS di setiap cabang secara terpusat melalui satu dashboard.

Tips Meningkatkan Transaksi Melalui QRIS

  • Pantau laporan transaksi secara rutin untuk memahami pola pembayaran pelanggan
  • Informasikan promo atau cashback dari aplikasi pembayaran tertentu untuk mendorong penggunaan QRIS
  • Pastikan koneksi internet stabil di lokasi usaha agar proses verifikasi pembayaran tidak terhambat
  • Lakukan pengecekan berkala terhadap kondisi fisik stiker QRIS agar tetap mudah dipindai
  • Manfaatkan riwayat transaksi QRIS sebagai data pendukung saat mengajukan modal usaha

FAQ

Apakah membuat QRIS dikenakan biaya pendaftaran?

Sebagian besar provider tidak mengenakan biaya pendaftaran QRIS. Biaya yang berlaku umumnya berupa MDR yang dipotong otomatis dari setiap transaksi yang berhasil.

Berapa lama QRIS bisa aktif setelah didaftarkan?

Waktu aktivasi bervariasi antara beberapa jam hingga 7 hari kerja, tergantung provider dan kelengkapan dokumen yang diajukan.

Apakah satu usaha bisa memiliki lebih dari satu QRIS dari provider berbeda?

Secara teknis bisa, namun tidak disarankan karena berpotensi membingungkan pelanggan dan menyulitkan rekonsiliasi laporan keuangan. Sebaiknya pilih satu provider utama yang paling sesuai kebutuhan usaha.

Apakah QRIS bisa digunakan untuk menerima pembayaran dari luar negeri?

QRIS kini juga mendukung transaksi lintas negara melalui skema QRIS Antarnegara dengan negara-negara ASEAN tertentu, meski cakupan dan ketentuannya mengikuti kebijakan Bank Indonesia yang terus berkembang.

Apa yang harus dilakukan jika dana dari transaksi QRIS belum masuk ke rekening?

Periksa jadwal settlement pada provider yang digunakan, karena umumnya dana masuk H+1 hari kerja. Jika melewati jadwal tersebut, hubungi layanan pelanggan provider dengan menyertakan bukti transaksi.

Apakah QRIS statis bisa diubah menjadi QRIS dinamis di kemudian hari?

Bisa, umumnya dengan menghubungkan akun merchant ke sistem kasir atau EDC yang mendukung fitur QRIS dinamis, tanpa perlu membuat pendaftaran baru dari awal.

Ingin memiliki QRIS yang mudah didaftarkan dan proses aktivasinya cepat untuk warung atau usaha Anda? Unduh aplikasi Payfazz sekarang dan mulai terima pembayaran QRIS, kelola transaksi PPOB, hingga akses solusi EDC dalam satu aplikasi.

Unduh Payfazz di Google Play: Payfazz – Google Play Store

Fresh Resources
Secret Link