Biaya Potongan QRIS dan Cara Menyiasatinya agar Margin Aman

6 August 2026

, diposting oleh by 

Nida Amalia

Biaya Potongan QRIS dan Cara Menyiasatinya agar Margin Aman

Potongan QRIS umumnya berkisar 0,3% hingga 0,7% dari nilai transaksi, tergantung kategori usaha dan penyedia layanan yang digunakan. Angka ini disebut Merchant Discount Rate (MDR), dan besarannya diatur langsung oleh Bank Indonesia. Bagi banyak pemilik warung dan UMKM, potongan ini sering dianggap sebagai beban tambahan yang mengurangi keuntungan. Padahal, jika dipahami dengan benar, biaya ini justru bisa dihitung dan dikelola sehingga tidak menggerus margin secara signifikan.

Artikel ini membahas struktur biaya QRIS secara lengkap, mulai dari komponen MDR, biaya administrasi, fee pencairan dana, hingga strategi pricing agar potongan QRIS tidak membebani bisnis.

Komponen Biaya QRIS: MDR, Admin, dan Fee Withdrawal

Total biaya yang dikenakan pada transaksi QRIS umumnya terdiri dari tiga komponen berikut.

  • MDR (Merchant Discount Rate) — persentase yang dipotong dari setiap transaksi, dibayarkan oleh merchant, bukan pembeli.
  • Biaya administrasi — sebagian penyedia layanan mengenakan biaya bulanan atau biaya langganan untuk pemeliharaan akun merchant.
  • Fee pencairan dana (withdrawal fee) — biaya yang muncul ketika merchant menarik saldo hasil transaksi ke rekening bank, biasanya berlaku untuk pencairan di luar jadwal settlement normal.

Tidak semua penyedia mengenakan ketiga komponen ini sekaligus. Beberapa provider hanya membebankan MDR tanpa biaya admin tambahan, sehingga penting bagi merchant untuk membandingkan struktur biaya secara menyeluruh, bukan hanya melihat angka MDR saja.

Apa itu MDR dan Bagaimana Cara Kerjanya?

MDR adalah persentase dari nilai transaksi yang dipotong oleh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) sebagai kompensasi atas layanan pemrosesan pembayaran digital. MDR QRIS diatur oleh Bank Indonesia melalui skema tarif yang berbeda untuk setiap kategori usaha.

Cara kerjanya sederhana: ketika pembeli melakukan pembayaran Rp100.000 melalui QRIS, merchant tidak menerima Rp100.000 penuh. Sejumlah persentase MDR dipotong otomatis oleh sistem sebelum dana masuk ke saldo merchant. Proses ini terjadi secara otomatis pada setiap transaksi, tanpa perlu tindakan manual dari pemilik usaha.

MDR untuk Kategori Merchant yang Berbeda

Bank Indonesia menetapkan MDR QRIS berdasarkan kategori usaha, dengan tarif yang lebih rendah untuk usaha mikro dan kecil.

Kategori MerchantMDR QRISKeterangan
Usaha Mikro (UMI)0%Berlaku untuk transaksi di bawah batas tertentu, sesuai kebijakan BI
Usaha Kecil0,3%Kategori paling umum untuk warung dan toko kelontong
Usaha Menengah0,7%Berlaku untuk skala usaha yang lebih besar
Usaha Besar0,7%Termasuk ritel modern dan jaringan bisnis besar
Pendidikan, SPBU, PSO0,4% – 0,7%Kategori khusus dengan tarif tersendiri

Kategori usaha ditentukan saat pendaftaran merchant QRIS, berdasarkan dokumen dan skala transaksi yang dilaporkan. Kesalahan kategori bisa membuat merchant membayar MDR lebih tinggi dari seharusnya, sehingga penting untuk memastikan kategori terdaftar sudah sesuai kondisi bisnis sebenarnya.

Program Khusus untuk UMKM

Bank Indonesia memberikan kebijakan MDR 0% khusus untuk kategori Usaha Mikro dengan nilai transaksi di bawah ambang batas yang ditetapkan. Kebijakan ini bertujuan mendorong adopsi pembayaran digital di kalangan pedagang kecil tanpa membebani mereka dengan biaya tambahan.

Untuk memanfaatkan program ini, pemilik warung dan UMKM perlu memastikan usahanya terdaftar dalam kategori yang tepat saat pendaftaran QRIS. Beberapa penyedia layanan seperti Payfazz juga menyediakan proses pendaftaran yang membantu merchant mengidentifikasi kategori usaha secara akurat, sehingga biaya yang dikenakan sesuai dengan skala bisnis sebenarnya.

Biaya Pencairan Dana (Withdrawal Fee)

Selain MDR, sebagian penyedia layanan QRIS mengenakan biaya tambahan untuk pencairan dana. Biasanya, settlement dana ke rekening bank merchant dilakukan otomatis dalam waktu 1×24 jam tanpa biaya tambahan. Namun, jika merchant meminta pencairan lebih cepat di luar jadwal normal (instant withdrawal), sebagian provider mengenakan fee tambahan berkisar Rp1.000 hingga Rp5.000 per transaksi pencairan.

Bagi merchant dengan arus kas harian yang ketat, memahami jadwal settlement dari penyedia layanan menjadi penting agar tidak perlu membayar biaya pencairan cepat secara berulang.

Total Cost of Payment QRIS: Simulasi Perhitungan

Untuk memahami dampak nyata potongan QRIS, berikut simulasi sederhana pada warung dengan kategori Usaha Kecil (MDR 0,3%):

  • Omzet harian dari transaksi QRIS: Rp2.000.000
  • Potongan MDR (0,3%): Rp6.000
  • Dana diterima merchant: Rp1.994.000

Jika omzet bulanan dari QRIS mencapai Rp60.000.000, total potongan MDR sekitar Rp180.000 per bulan. Angka ini perlu dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh, seperti peningkatan transaksi karena kemudahan pembayaran non-tunai, pencatatan otomatis, dan berkurangnya risiko uang palsu atau kesalahan kembalian.

Perbandingan Biaya: QRIS vs EDC vs Cash

Membandingkan QRIS dengan metode pembayaran lain membantu merchant menilai metode mana yang paling efisien untuk jenis usahanya.

AspekQRISEDC (Kartu Debit/Kredit)Cash (Tunai)
Biaya per transaksi0% – 0,7% (MDR)0,15% – 3% tergantung jenis kartuTidak ada biaya langsung
Biaya perangkatGratis (cukup QR code)Ada biaya sewa/beli mesin EDCTidak ada
Risiko operasionalRendah (tercatat digital)RendahTinggi (uang palsu, selisih kembalian, risiko pencurian)
Kecepatan settlement1×24 jam1–3 hari kerjaInstan, namun perlu disetor manual ke bank
Pencatatan transaksiOtomatis dan real-timeOtomatisManual, rawan human error

Meski tunai tidak memiliki biaya langsung, biaya tersembunyi seperti waktu pengelolaan kas, risiko kehilangan, dan potensi selisih pencatatan sering kali membuat biaya operasional cash lebih tinggi dari yang terlihat. Dibandingkan EDC, QRIS umumnya lebih murah dan tidak memerlukan investasi perangkat, menjadikannya pilihan yang lebih efisien untuk usaha skala kecil hingga menengah.

Dampak Potongan QRIS terhadap Margin Bisnis

Bagi usaha dengan margin tipis, seperti minimarket atau warung makan dengan margin 10–15%, potongan 0,3–0,7% dari omzet perlu diperhitungkan dalam struktur harga. Sebagai ilustrasi, jika margin kotor produk sebesar 15% dan MDR yang dikenakan 0,7%, maka potongan tersebut setara dengan sekitar 4,6% dari margin kotor tersebut, bukan dari omzet total.

Perhitungan ini penting agar pemilik usaha tidak salah menilai dampak MDR sebagai jumlah yang jauh lebih besar dari kenyataannya. Dalam banyak kasus, dampak terhadap margin bersih lebih kecil dibandingkan manfaat dari peningkatan volume transaksi akibat kemudahan pembayaran digital.

Strategi Pricing untuk Menutup Biaya QRIS

Beberapa pendekatan berikut dapat membantu merchant mengelola dampak potongan QRIS tanpa membebani pelanggan secara langsung:

  • Sesuaikan margin produk secara bertahap — naikkan harga sedikit pada produk dengan margin tertipis, bukan seluruh katalog produk.
  • Hitung MDR sebagai biaya operasional tetap — masukkan estimasi biaya MDR bulanan ke dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar tidak mengejutkan arus kas.
  • Manfaatkan kategori UMI jika memenuhi syarat — pastikan usaha terdaftar dengan kategori yang tepat agar berhak atas MDR 0%.
  • Bandingkan penyedia layanan — beberapa provider menawarkan struktur biaya yang lebih kompetitif untuk kategori usaha tertentu.
  • Jangan mengenakan biaya tambahan ke pembeli — praktik membebankan MDR ke konsumen berpotensi melanggar ketentuan QRIS dan dapat merusak kepercayaan pelanggan.

Cara Memaksimalkan Profit Meski Ada Potongan QRIS

Selain menyesuaikan pricing, merchant dapat memaksimalkan profit dengan cara berikut:

  1. Menggunakan data transaksi QRIS untuk mengidentifikasi produk terlaris dan menyesuaikan stok agar lebih efisien.
  2. Mendorong repeat order dengan promosi ringan, karena kemudahan pembayaran QRIS cenderung meningkatkan frekuensi transaksi.
  3. Mengurangi kebocoran kas akibat kesalahan kembalian tunai, yang secara tidak langsung menutup biaya MDR.
  4. Mengintegrasikan QRIS dengan sistem kasir digital agar pencatatan penjualan dan rekonsiliasi lebih akurat dan hemat waktu operasional.

Bisakah Merchant Bernegosiasi dengan Provider QRIS?

Untuk merchant dengan volume transaksi besar atau jaringan multi-outlet, sebagian penyedia layanan pembayaran membuka ruang negosiasi terkait biaya administrasi tambahan, meski MDR dasar tetap mengacu pada ketentuan Bank Indonesia dan tidak dapat dinegosiasikan secara individual. Merchant dengan skala usaha lebih besar disarankan berkomunikasi langsung dengan tim account management dari penyedia layanan untuk mendiskusikan opsi biaya administrasi atau fitur tambahan yang lebih sesuai kebutuhan bisnis.

FAQ

Tidak. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, MDR QRIS wajib ditanggung oleh merchant, bukan pembeli. Merchant yang membebankan biaya tambahan ke pembeli berpotensi melanggar ketentuan penyelenggaraan QRIS.

Tidak selalu. Usaha yang terdaftar dalam kategori Usaha Mikro (UMI) dengan nilai transaksi di bawah batas tertentu berhak atas MDR 0%, sesuai kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong inklusi keuangan.

Kemungkinan besar karena perbedaan kategori merchant yang terdaftar. Kategori usaha yang lebih tinggi dari skala bisnis sebenarnya akan dikenakan MDR yang lebih besar, sehingga penting memverifikasi data pendaftaran.

Pada umumnya ya. QRIS tidak memerlukan biaya sewa perangkat dan MDR-nya cenderung lebih rendah dibandingkan sebagian besar kartu kredit yang diproses melalui EDC.

Umumnya settlement dana dilakukan otomatis dalam 1×24 jam kerja, meski jadwal pastinya dapat bervariasi tergantung penyedia layanan yang digunakan.

Mengelola potongan QRIS jadi lebih mudah ketika merchant memiliki visibilitas penuh atas setiap transaksi dan biaya yang dikenakan. Dengan aplikasi Payfazz, pemilik warung dan UMKM bisa mendaftar QRIS dengan proses yang jelas, memantau riwayat transaksi secara real-time, dan mendapatkan pendampingan untuk memastikan kategori usaha terdaftar sudah sesuai—sehingga potongan yang dibayarkan benar-benar sesuai skala bisnis. Payfazz juga menyediakan solusi EDC dan penerimaan pembayaran digital lain yang bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan operasional harian.

Unduh aplikasi Payfazz melalui Google Play Store dan mulai kelola pembayaran QRIS bisnis Anda dengan lebih transparan.

Fresh Resources
Secret Link