articlesbahasafazzfazzaIndonesia

Bank Digital Apa Saja di Indonesia? Daftar OJK 2026

7 April 2025

, diposting oleh by 

Nida Amalia

10 Bank Digital Resmi di Indonesia, Mana yang Paling Menguntungkan?

Bank digital apa saja yang benar-benar resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Pertanyaan ini penting dijawab dengan tepat, sebab tidak semua aplikasi keuangan yang mengaku “digital” berstatus bank umum berbadan hukum Indonesia (BHI) sesuai POJK No. 12/POJK.03/2021.

Secara singkat, bank digital di Indonesia yang terdaftar OJK antara lain Bank Jago, Seabank, Allo Bank, Bank Neo Commerce, Bank Amar, Superbank, Bank Raya, MotionBanking, HiBank, dan Krom Bank. Semua bank ini beroperasi berdasarkan izin usaha bank umum dan tunduk pada ketentuan modal inti serta pengawasan OJK, sehingga simpanan nasabahnya juga dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama memenuhi syarat 3T.

Apa Itu Bank Digital Menurut OJK?

Menurut POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, bank digital adalah bank berbadan hukum Indonesia yang menyelenggarakan kegiatan usaha perbankan terutama melalui saluran elektronik, tanpa perlu memiliki banyak kantor fisik selain kantor pusat. Status hukumnya tetap sama dengan bank umum konvensional, hanya berbeda dari sisi model layanan.

Regulasi ini juga mengatur persyaratan modal. Bank digital yang berdiri sebagai entitas baru wajib memiliki modal inti minimal Rp10 triliun, sementara bank konvensional yang bertransformasi menjadi bank digital cukup memenuhi modal inti Rp3 triliun. Ketentuan ini memastikan hanya pemain dengan fondasi keuangan kuat yang dapat beroperasi sebagai bank digital.

Karena statusnya adalah bank umum, bank digital wajib menjadi peserta penjaminan LPS, memiliki manajemen risiko yang diawasi OJK, dan melaporkan kondisi keuangannya secara berkala seperti bank konvensional pada umumnya.

Daftar Bank Digital Terdaftar OJK 2026

Berikut daftar bank digital yang telah mengantongi izin usaha bank umum dari OJK dan beroperasi resmi di Indonesia.

Nama Bank Digital Induk Usaha / Pemegang Saham Status Perizinan
Bank Jago PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (GoTo Group) Bank umum berizin OJK
Seabank Indonesia Sea Group (induk Shopee) Bank umum berizin OJK
Allo Bank Mega Corpora (CT Corp) Bank umum berizin OJK
Bank Neo Commerce Akulaku Group Bank umum berizin OJK
Bank Amar Indonesia Tolaram Group Bank umum berizin OJK
Superbank Grab, Singtel, Emtek Bank umum berizin OJK
Bank Raya Anak usaha BRI Bank umum berizin OJK
MotionBanking MNC Group Bank umum berizin OJK
HiBank Anak usaha BNI Bank umum berizin OJK
Krom Bank Kredivo Group Bank umum berizin OJK

Selain bank digital berbentuk bank umum, terdapat juga platform seperti Komunal yang menghubungkan nasabah dengan produk simpanan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara digital. Model ini berbeda karena entitas penerbit simpanannya adalah BPR, bukan bank umum, sehingga batas penjaminan LPS-nya bisa berbeda dari bank umum.

Selalu pastikan status izin sebuah bank digital melalui laman resmi OJK sebelum menyimpan dana, terutama karena banyak aplikasi keuangan baru yang mengklaim diri sebagai “bank digital” padahal beroperasi sebagai koperasi simpan pinjam atau fintech lending, bukan bank umum berizin.

Bank Digital vs Neobank vs Dompet Digital: Apa Bedanya?

Ketiga istilah ini sering tertukar, padahal statusnya berbeda secara hukum. Perbedaan utamanya terletak pada izin usaha, jenis lembaga pengawas, dan apakah dana yang tersimpan dijamin LPS.

Aspek Bank Digital Neobank Dompet Digital
Status hukum Bank umum BHI Bisa berbentuk bank umum atau kerja sama dengan bank Penyelenggara uang elektronik
Regulator OJK (POJK 12/2021) OJK, jika berbadan hukum bank Bank Indonesia
Jaminan LPS Ya, maksimal Rp2 miliar per nasabah Ya, jika berstatus bank Tidak, bukan simpanan bank
Fungsi utama Tabungan, deposito, pinjaman, transfer Layanan perbankan digital penuh Alat pembayaran dan penyimpanan saldo
Contoh Bank Jago, Seabank, Superbank Istilah pemasaran untuk model bank digital tertentu GoPay, OVO, DANA

Secara sederhana, bank digital adalah bank umum sesungguhnya yang tunduk pada regulasi perbankan dan dijamin LPS. Neobank sering dipakai sebagai istilah pemasaran untuk menyebut layanan perbankan yang sepenuhnya berbasis aplikasi, meski secara hukum tetap harus berstatus bank jika ingin menerima simpanan berbunga. Sementara dompet digital hanya menyimpan saldo untuk transaksi, bukan produk simpanan berbunga yang dijamin LPS.

Apakah Simpanan di Bank Digital Dijamin LPS?

Ya. Selama bank digital tersebut resmi berstatus bank umum atau BPR yang terdaftar sebagai peserta penjaminan, simpanan nasabah dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Status “digital” hanya menggambarkan metode layanan, bukan mengubah kewajiban hukum bank terhadap program penjaminan simpanan.

Agar dana benar-benar layak dibayar saat terjadi klaim, simpanan harus memenuhi syarat 3T:

  • Tercatat secara jelas dalam pembukuan bank.
  • Tingkat bunga tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang ditetapkan LPS secara berkala.
  • Tidak terindikasi melakukan tindakan yang merugikan bank.

Sebagai acuan, TBP simpanan rupiah di bank umum berada di kisaran 3,5 persen per tahun pada periode berjalan, sedangkan TBP untuk BPR biasanya lebih tinggi. Jika sebuah produk tabungan atau deposito menawarkan bunga di atas TBP, kelebihan bunga tersebut berpotensi tidak masuk dalam cakupan penjaminan LPS. Detail TBP terbaru dapat dicek langsung di situs resmi LPS.

Minimum Saldo dan Biaya Admin Bank Digital

Salah satu daya tarik utama bank digital adalah struktur biaya yang lebih ringan dibanding bank konvensional. Berikut gambaran umum kebijakan saldo minimum dan biaya admin pada beberapa bank digital populer.

Bank Digital Saldo Minimum Pembukaan Biaya Admin Bulanan
Bank Jago Rp0 Gratis
Seabank Rp0 Gratis
Allo Bank Rp0 Gratis
Superbank Rp0 Gratis
Bank Neo Commerce Rp0 Gratis

Kebijakan gratis biaya admin dan tanpa saldo minimum menjadi standar umum di industri bank digital, karena efisiensi operasional digital menghilangkan kebutuhan biaya pemeliharaan cabang fisik. Namun, kebijakan ini dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga sebaiknya dicek langsung pada aplikasi resmi masing-masing bank sebelum membuka rekening.

Cara Membuka Rekening Bank Digital

Proses pembukaan rekening bank digital umumnya dapat diselesaikan sepenuhnya secara online tanpa perlu datang ke kantor cabang. Berikut langkah umumnya.

  1. Unduh aplikasi resmi bank digital pilihan melalui Google Play Store atau App Store.
  2. Daftar menggunakan nomor telepon aktif dan alamat email.
  3. Siapkan KTP elektronik dan lakukan verifikasi wajah (liveness check) sesuai instruksi aplikasi.
  4. Isi data diri tambahan seperti pekerjaan, sumber dana, dan tujuan penggunaan rekening.
  5. Tunggu proses verifikasi otomatis, biasanya selesai dalam hitungan menit hingga satu hari kerja.
  6. Setelah rekening aktif, lakukan setoran awal jika diperlukan dan mulai gunakan fitur tabungan, transfer, atau QRIS.

Kelebihan dan Kekurangan Bank Digital

Sebelum memutuskan untuk pindah atau menambah rekening bank digital, penting memahami sisi positif dan keterbatasannya.

  • Kelebihan: proses pembukaan rekening cepat, umumnya tanpa biaya admin, bunga tabungan lebih kompetitif, dan fitur pengelolaan keuangan seperti kantong budgeting.
  • Kelebihan: transfer antar bank sering digratiskan dengan kuota tertentu per bulan.
  • Kekurangan: jaringan kantor fisik terbatas sehingga sulit untuk transaksi yang mewajibkan tatap muka, seperti pengajuan kredit besar.
  • Kekurangan: sangat bergantung pada koneksi internet dan stabilitas aplikasi.

Tips Memilih Bank Digital yang Tepat

Gunakan beberapa pertimbangan berikut agar tidak salah pilih bank terbaik di Indonesia untuk kebutuhan finansial harian maupun jangka panjang.

  • Pastikan bank berstatus resmi bank umum dan terdaftar sebagai peserta penjaminan LPS.
  • Bandingkan bunga tabungan atau deposito dengan Tingkat Bunga Penjaminan LPS agar simpanan tetap sepenuhnya terjamin.
  • Perhatikan biaya transfer, biaya tarik tunai, dan limit transaksi harian.
  • Cek kelengkapan fitur seperti QRIS, top up dompet digital, dan integrasi pembayaran tagihan.
  • Baca ulasan pengguna terkait stabilitas aplikasi dan kecepatan layanan pelanggan.

Untuk kebutuhan tabungan dengan imbal hasil kompetitif dan pengelolaan keuangan yang fleksibel, banyak masyarakat juga mulai melirik rekomendasi bank untuk menabung di luar bank digital konvensional, termasuk platform keuangan digital berbasis koperasi yang diawasi resmi.

Bagi yang ingin mengombinasikan tabungan dengan instrumen lain, mengenal aplikasi investasi terbaik juga membantu menyusun strategi keuangan yang lebih menyeluruh, tidak hanya bergantung pada satu jenis produk simpanan.

Bank Digital yang Aman dan Diawasi Resmi di Indonesia

Menjawab pertanyaan bank digital apa saja yang layak dipertimbangkan, kuncinya selalu kembali pada status perizinan resmi dari OJK dan kepesertaan LPS. Bank Jago, Seabank, Allo Bank, Superbank, Bank Neo Commerce, hingga Bank Amar adalah contoh bank digital yang telah memenuhi kedua syarat tersebut.

Selain bank digital berbentuk bank umum, layanan keuangan digital berbasis koperasi yang diawasi Kementerian Koperasi juga menjadi alternatif menabung dengan imbal hasil kompetitif, asalkan mitra pengelolanya memiliki izin resmi dan transparan dalam menjelaskan risiko produknya. Selalu periksa legalitas lembaga keuangan melalui Bank Indonesia atau OJK sebelum menyimpan dana dalam jumlah besar.

Apa saja bank digital yang terdaftar OJK di Indonesia?

Bank digital yang terdaftar resmi sebagai bank umum di OJK antara lain Bank Jago, Seabank, Allo Bank, Bank Neo Commerce, Bank Amar, Superbank, Bank Raya, MotionBanking, HiBank, dan Krom Bank. Semua beroperasi di bawah POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum.

Apakah bank digital lebih aman dari bank konvensional?

Tingkat keamanan bank digital setara dengan bank konvensional selama berstatus bank umum resmi dan menjadi peserta penjaminan LPS. Keamanan siber tambahan seperti verifikasi wajah dan autentikasi dua faktor juga umum diterapkan pada bank digital.

Apa perbedaan bank digital dan dompet digital?

Bank digital berstatus bank umum yang diawasi OJK dan menawarkan produk simpanan berbunga yang dijamin LPS. Dompet digital hanya menyimpan saldo untuk transaksi pembayaran dan diawasi Bank Indonesia, bukan produk simpanan bank yang dijamin LPS.

Apakah saldo di bank digital dijamin LPS?

Ya, saldo di bank digital dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat 3T yaitu tercatat dalam pembukuan bank, bunga tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dan nasabah tidak merugikan bank.

Bank digital mana yang tidak ada biaya admin?

Sebagian besar bank digital populer seperti Bank Jago, Seabank, Allo Bank, Superbank, dan Bank Neo Commerce menerapkan kebijakan bebas biaya admin bulanan. Kebijakan ini dapat berubah, sehingga sebaiknya dicek langsung pada aplikasi resmi masing-masing bank.

Mulai Menabung dengan Imbal Hasil Kompetitif

Selain bank digital berbentuk bank umum, Fazza hadir sebagai solusi keuangan digital berbasis koperasi yang diawasi resmi, menawarkan bunga simpanan berjangka hingga 9 persen per tahun tanpa biaya admin bulanan. Fitur kantong Fazza juga membantu memisahkan dana sesuai kebutuhan, mulai dari dana darurat hingga tabungan tujuan tertentu.

Unduh aplikasi Fazza sekarang dan mulai kelola tabungan dengan lebih fleksibel dan transparan.

Fresh Resources
Secret Link