Semakin banyak pelanggan yang kini lebih memilih membayar menggunakan smartphone daripada uang tunai. Di sinilah cara buat QRIS untuk jualan menjadi informasi yang wajib diketahui oleh setiap pelaku usaha, dari pedagang kaki lima hingga pemilik toko yang sudah berkembang. QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standar kode QR nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai metode pembayaran digital dalam satu kode tunggal.
Memahami QRIS bukan hanya soal mengikuti tren. Bagi pelaku usaha, menerima pembayaran via QRIS berarti membuka akses ke lebih banyak pelanggan yang tidak selalu membawa uang tunai, sekaligus mempercepat proses transaksi di kasir. Berdasarkan data dari katadata.com, Bank Indonesia mencatat jumlah QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dengan 39,3 juta di antaranya merupakan merchant, di mana 93,16% adalah UMKM. Hal ini menandakan bahwa adopsi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha sudah bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan.
Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan umum seputar QRIS untuk penjual, mulai dari apakah bisa membuat QRIS sendiri, berapa biayanya, hingga tutorial lengkap cara membuat QRIS untuk jualan langkah demi langkah.
Apakah Bisa Bikin QRIS Sendiri?
Jawabannya: bisa, namun tidak sepenuhnya mandiri. QRIS tidak bisa dibuat secara bebas oleh siapa saja layaknya membuat kode QR biasa di internet. QRIS yang sah untuk menerima pembayaran harus diterbitkan oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia.
Artinya, sebagai penjual, Anda perlu mendaftar melalui salah satu PJSP yang terdaftar, seperti bank, dompet digital, atau aplikasi keuangan yang sudah berizin. Setelah pendaftaran diverifikasi, barulah QRIS atas nama usaha Anda akan diterbitkan dan bisa langsung digunakan untuk menerima pembayaran dari aplikasi mana pun, mulai dari GoPay, OVO, Dana, hingga mobile banking.
Proses pembuatan QRIS saat ini sudah jauh lebih mudah dan bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke kantor secara langsung. Banyak PJSP yang menyediakan alur pendaftaran digital yang cepat, sehingga merchant bisa mendapatkan QRIS dalam waktu singkat setelah dokumen lengkap.
Berapa Biaya QRIS untuk Penjual?
Salah satu pertanyaan paling umum yang muncul ketika penjual mulai mengenal QRIS adalah soal biaya. Secara resmi, Bank Indonesia menetapkan bahwa biaya pembuatan dan kepemilikan QRIS tidak dikenakan biaya pendaftaran bagi merchant. Artinya, Anda tidak perlu membayar untuk mendapatkan kode QRIS usaha Anda.
Namun, ada komponen biaya yang perlu dipahami, yaitu MDR atau Merchant Discount Rate. MDR adalah biaya yang dipotong dari setiap transaksi yang masuk melalui QRIS. Berdasarkan kebijakan terbaru Bank Indonesia, besaran MDR QRIS untuk merchant reguler adalah sebesar 0,7% per transaksi. Untuk usaha mikro, pemerintah memberikan kebijakan MDR sebesar 0% untuk transaksi tertentu sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM.
Sebagai ilustrasi, jika pelanggan membayar Rp100.000 melalui QRIS, maka dana yang masuk ke rekening merchant adalah Rp99.300 setelah potongan MDR 0,7%. Biaya ini relatif kecil dibandingkan manfaat yang didapat, dan jauh lebih rendah dibandingkan biaya payment gateway konvensional yang bisa mencapai 1,5% hingga 3% per transaksi.
Apakah QRIS Pribadi Bisa untuk Jualan?
Secara teknis, ada dua jenis QRIS yang umum dikenal, yaitu QRIS personal dan QRIS merchant. Keduanya memang bisa digunakan untuk menerima pembayaran, namun terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum memutuskan mana yang tepat untuk usaha Anda.
QRIS personal biasanya terhubung ke akun dompet digital pribadi seperti GoPay atau OVO. Tujuannya untuk menerima transfer antar sesama pengguna, namun memiliki keterbatasan dalam hal batas transaksi, fitur pelaporan, dan legalitas untuk keperluan bisnis formal.
QRIS merchant, di sisi lain, didaftarkan atas nama usaha dengan data bisnis yang terverifikasi. Jenis ini memberikan akses ke fitur yang lebih lengkap seperti laporan transaksi bisnis, pencairan dana ke rekening usaha, dan perlindungan konsumen yang lebih terstruktur. Untuk keperluan jualan secara profesional dan berkelanjutan, QRIS merchant adalah pilihan yang lebih tepat dan direkomendasikan.
Menggunakan QRIS personal untuk berjualan dalam volume tinggi juga berisiko karena transaksi yang bersifat komersial sebaiknya dipisahkan dari akun pribadi demi kemudahan pembukuan dan kepatuhan perpajakan.
Tutorial Pembuatan QRIS untuk Jualan
Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara membuat QRIS untuk jualan yang bisa Anda ikuti. Proses ini dapat bervariasi sedikit tergantung platform yang digunakan, namun secara umum alurnya serupa.
1. Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan
Sebelum memulai pendaftaran, pastikan dokumen berikut sudah tersedia dan dalam kondisi siap unggah. Kelengkapan dokumen adalah kunci agar proses verifikasi berjalan cepat tanpa revisi berulang.
Dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain KTP pemilik usaha, foto usaha atau lokasi berjualan, nomor rekening bank aktif atas nama pemilik atau usaha, serta informasi dasar bisnis seperti nama usaha, kategori usaha, dan nomor telepon aktif. Untuk usaha yang sudah berbadan hukum, dokumen tambahan seperti NIB atau SIUP mungkin diperlukan.
2. Pilih Platform PJSP yang Tepat
Langkah berikutnya adalah memilih platform PJSP tempat Anda akan mendaftarkan QRIS. Pilihlah PJSP yang tidak hanya menawarkan kemudahan pendaftaran, tetapi juga memberikan fitur yang mendukung operasional bisnis Anda secara keseluruhan.
Pertimbangkan faktor seperti kecepatan pencairan dana, fitur notifikasi transaksi, biaya tambahan yang mungkin berlaku, dan kualitas layanan pelanggan. Platform yang baik akan membuat pengalaman penerimaan pembayaran menjadi lebih nyaman, bukan hanya bagi Anda sebagai penjual, tetapi juga bagi pelanggan.
3. Daftar dan Isi Data Usaha
Buka aplikasi atau situs web PJSP yang dipilih, lalu cari menu pendaftaran merchant atau daftar sebagai penjual. Isi seluruh data usaha dengan lengkap dan benar, termasuk nama usaha, kategori bisnis, alamat, dan informasi rekening bank tujuan pencairan.
Pastikan nama usaha yang dimasukkan sesuai dengan yang ingin ditampilkan pada QRIS. Nama ini yang akan terlihat oleh pelanggan saat melakukan pembayaran, sehingga penting untuk menggunakan nama yang jelas dan mudah dikenali.
4. Unggah Dokumen dan Tunggu Verifikasi
Setelah data terisi, unggah dokumen yang dibutuhkan sesuai format yang ditentukan. Proses verifikasi biasanya memakan waktu antara beberapa jam hingga beberapa hari kerja tergantung platform dan kelengkapan dokumen yang diunggah.
Selama proses verifikasi, hindari melakukan perubahan data yang bisa memperlambat proses. Jika ada dokumen yang kurang, tim dari PJSP biasanya akan menghubungi Anda melalui email atau nomor telepon yang terdaftar.
5. Unduh dan Cetak QRIS Anda
Setelah verifikasi berhasil, Anda akan mendapatkan file QRIS dalam format digital yang bisa langsung diunduh. Cetak QRIS dalam ukuran yang cukup besar agar mudah dipindai oleh pelanggan, idealnya minimal ukuran A5 untuk display di meja kasir.
Tempatkan QRIS di lokasi yang mudah terlihat dan terjangkau oleh pelanggan. Pencahayaan yang cukup di sekitar area QRIS juga penting agar kamera smartphone bisa membaca kode dengan cepat tanpa hambatan.
6. Uji Transaksi Sebelum Digunakan
Sebelum mulai menerima pembayaran dari pelanggan, lakukan uji transaksi terlebih dahulu menggunakan dompet digital Anda sendiri atau meminta seseorang untuk mencoba membayar dalam jumlah kecil. Pastikan notifikasi pembayaran masuk dengan benar dan dana tercatat di sistem.
Uji coba ini penting untuk memastikan semua berjalan lancar sebelum QRIS digunakan dalam transaksi nyata. Lebih baik menemukan masalah di tahap ini daripada saat sedang melayani pelanggan.
Kelola Pembayaran QRIS Lebih Efisien dengan PayFazz
Salah satu tantangan nyata yang sering dihadapi pelaku usaha setelah mengaktifkan QRIS adalah waktu tunggu pencairan dana. Dana dari transaksi QRIS yang baru bisa dicairkan keesokan harinya atau bahkan beberapa hari kemudian bisa mengganggu arus kas, terutama bagi usaha dengan perputaran modal harian yang tinggi.
PayFazz hadir dengan solusi yang menjawab tantangan ini secara langsung. Melalui fitur QRIS dengan pencairan dana instan, dana dari setiap transaksi langsung masuk ke saldo Anda tanpa harus menunggu. Anda bisa memanfaatkan hasil penjualan hari ini untuk kebutuhan operasional hari yang sama, menjaga arus kas tetap sehat.
PayFazz juga dilengkapi dengan QRISuara, fitur notifikasi suara otomatis yang memberikan konfirmasi pembayaran secara real-time setiap kali transaksi berhasil masuk. Tidak perlu terus-menerus mengecek aplikasi atau layar ponsel di tengah kesibukan melayani pelanggan. Cukup dengarkan notifikasi suara, dan Anda langsung tahu bahwa pembayaran sudah diterima. Fitur ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan keamanan transaksi karena setiap pembayaran dikonfirmasi secara langsung.
Untuk kebutuhan usaha yang memerlukan mesin EDC fisik, PayFazz juga menyediakan solusi EDC yang terintegrasi dengan ekosistem pembayaran digital. PayFazz memberikan fleksibilitas lebih dalam menerima berbagai metode pembayaran dari pelanggan.
Yuk coba QRIS PayFazz sekarang!
