agenarticlesbahasafazzfazz agenIndonesia

Panduan Lengkap Cara Bikin QRIS Untuk Usaha Sendiri

29 October 2025

, diposting oleh by 

Nida Amalia

Cara Buat QRIS, Syarat, dan Biayanya untuk Usaha

Cara bikin QRIS sendiri kini semakin mudah karena hampir semua bank dan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menyediakan pendaftaran online tanpa perlu datang ke kantor cabang. Bagi pelaku usaha, memiliki QRIS berarti bisa menerima pembayaran dari seluruh aplikasi e-wallet dan mobile banking hanya dengan satu kode QR.

Artikel ini membahas langkah lengkap membuat QRIS melalui bank maupun PJSP, syarat yang diperlukan, biaya MDR terbaru, perbedaan QRIS statis dan dinamis, serta daftar penyedia resmi yang bisa Anda pilih.

Secara singkat, cara bikin QRIS sendiri dilakukan dengan memilih penyedia resmi berizin Bank Indonesia (bank atau PJSP), melengkapi dokumen usaha seperti KTP dan NPWP, mengisi formulir registrasi secara online, menunggu proses verifikasi, lalu mencetak kode QRIS begitu disetujui. Pendaftarannya gratis, namun setiap transaksi akan dikenakan biaya MDR sesuai kategori usaha.

Apa Itu QRIS dan Siapa yang Menerbitkannya?

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional yang diluncurkan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia untuk menyatukan berbagai QR pembayaran ke dalam satu kode. Dengan QRIS, merchant tidak perlu lagi memasang QR terpisah untuk setiap aplikasi e-wallet.

QRIS diterbitkan melalui lembaga yang disebut Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), yaitu bank maupun fintech yang telah mendapat izin resmi dari Bank Indonesia untuk menerbitkan dan memproses transaksi QRIS. Setiap merchant yang terdaftar akan memperoleh National Merchant ID (NMID) sebagai identitas resmi di sistem pembayaran nasional.

Cara Bikin QRIS Sendiri: Langkah demi Langkah

Berikut tahapan umum yang berlaku di hampir semua penyedia QRIS, baik bank maupun PJSP:

  1. Pilih penyedia QRIS resmi yang sudah berizin Bank Indonesia, bisa bank maupun PJSP seperti Payfazz.
  2. Siapkan dokumen usaha seperti KTP, NPWP, dan foto lokasi usaha.
  3. Isi formulir registrasi melalui aplikasi atau situs penyedia, termasuk data usaha dan kategori bisnis.
  4. Tunggu proses verifikasi data oleh penyedia, biasanya berlangsung beberapa hari kerja.
  5. Setelah disetujui, Anda akan menerima NMID dan kode QRIS yang siap dicetak atau ditampilkan di kasir.

Cara Membuat QRIS Lewat Bank (BCA, BNI, BRI, Mandiri)

Selain PJSP fintech, hampir semua bank besar di Indonesia menyediakan layanan QRIS untuk merchant, termasuk BCA, BNI, BRI, dan Mandiri. Prosesnya umumnya sebagai berikut:

  • Membuka rekening usaha di bank terkait jika belum memilikinya.
  • Mendaftar sebagai merchant QRIS melalui aplikasi mobile banking, internet banking, atau datang langsung ke kantor cabang.
  • Melengkapi dokumen usaha untuk proses verifikasi oleh pihak bank.
  • Menunggu aktivasi QRIS, yang umumnya mengikuti jadwal settlement dana sesuai kebijakan bank.

QRIS lewat bank cocok bagi usaha yang sudah memiliki rekening operasional di bank tersebut. Namun, pencairan dana biasanya mengikuti jadwal settlement dan tidak selalu tersedia secara instan.

Cara Membuat QRIS Lewat PJSP atau Fintech

Selain bank, pelaku usaha bisa mendaftar QRIS melalui PJSP non-bank atau fintech berizin Bank Indonesia. Opsi ini umumnya lebih fleksibel untuk usaha mikro dan kecil yang belum memiliki rekening bisnis formal.

Payfazz misalnya menghadirkan pendaftaran QRIS sepenuhnya online dengan pencairan dana instan langsung masuk saldo, sehingga arus kas usaha tidak tertahan menunggu proses settlement seperti pada sebagian layanan bank.

Syarat Usaha untuk Mendapatkan QRIS Merchant

Dokumen dan syarat yang umum diminta penyedia QRIS antara lain:

  • KTP pemilik usaha atau penanggung jawab.
  • NPWP pribadi atau NPWP badan usaha, tergantung bentuk usaha.
  • Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat izin usaha, jika tersedia.
  • Foto lokasi atau tempat usaha untuk verifikasi keberadaan bisnis.
  • Nomor rekening atau data untuk pencairan dana transaksi.

Syarat ini bertujuan memastikan merchant terdaftar resmi sehingga transaksi tercatat aman sesuai regulasi sistem pembayaran di Indonesia.

QRIS Statis vs QRIS Dinamis – Apa Bedanya?

QRIS terbagi menjadi dua jenis tampilan utama, yaitu statis dan dinamis. Memahami perbedaannya penting agar Anda memilih jenis yang sesuai dengan model transaksi usaha.

Aspek QRIS Statis QRIS Dinamis
Nominal transaksi Belum tercantum, diisi manual oleh pembeli Sudah tercantum otomatis sesuai nominal belanja
Bentuk kode QR Satu kode QR tetap, dicetak dan dipasang permanen Kode QR baru dibuat setiap transaksi, biasanya lewat mesin EDC atau aplikasi kasir
Cocok untuk Warung, usaha mikro, pedagang kaki lima Merchant dengan volume transaksi tinggi dan sistem kasir digital
Risiko kesalahan input Lebih tinggi karena nominal diisi manual Lebih rendah karena nominal otomatis dari sistem kasir

Biaya MDR QRIS – Berapa yang Dipotong per Transaksi?

Pendaftaran QRIS pada dasarnya gratis. Biaya yang perlu diperhatikan pelaku usaha adalah Merchant Discount Rate (MDR), yaitu potongan biaya layanan dari setiap transaksi yang diproses lewat QRIS. Besaran MDR ditetapkan Bank Indonesia dan berbeda menurut kategori usaha.

Kategori Merchant Besaran MDR
Usaha mikro 0%
Kegiatan nirlaba (donasi, pendidikan, keagamaan) 0,3%
Usaha reguler (kecil, menengah, besar) Maksimal 0,7%

Skema ini membuat usaha mikro tetap bisa menikmati QRIS tanpa potongan biaya transaksi, sehingga penerimaan dari penjualan tetap utuh.

Daftar PJSP Resmi untuk Membuat QRIS

Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang berhak menerbitkan QRIS harus terdaftar dan diawasi Bank Indonesia. Beberapa jalur resmi yang bisa dipilih pelaku usaha meliputi:

  • Bank nasional seperti BCA, BNI, BRI, dan Mandiri.
  • Fintech pembayaran berizin Bank Indonesia, termasuk Payfazz.
  • Platform atau marketplace yang telah bekerja sama dengan PJSP untuk memfasilitasi merchant.

Untuk memastikan status resmi sebuah PJSP, Anda dapat memeriksa daftar penyelenggara jasa sistem pembayaran berizin melalui laman resmi Bank Indonesia. Memilih penyedia yang terdaftar resmi memastikan transaksi Anda aman dan tercatat sesuai regulasi.

Berapa Lama Proses Pembuatan QRIS?

Lama proses pembuatan QRIS bervariasi tergantung penyedia. Secara umum, verifikasi data usaha berlangsung antara satu hingga tujuh hari kerja setelah dokumen lengkap diunggah. Jika ada data yang kurang atau tidak sesuai, penyedia akan meminta perbaikan sehingga waktu prosesnya bisa lebih lama.

Beberapa PJSP fintech menawarkan proses yang lebih cepat karena verifikasi dilakukan sepenuhnya secara digital, dibandingkan sebagian layanan bank yang mengikuti jadwal internal cabang.

Kelebihan Menggunakan QRIS untuk Usaha

Selain mempermudah transaksi, QRIS memberikan sejumlah manfaat nyata bagi pelaku usaha:

  • Bisa menerima pembayaran dari semua aplikasi e-wallet dan mobile banking dengan satu kode QR.
  • Mengurangi risiko uang palsu dan kesalahan hitung kembalian.
  • Transaksi tercatat otomatis sehingga memudahkan pembukuan dan pelaporan keuangan usaha.
  • Meningkatkan citra usaha sebagai bisnis yang modern dan mengikuti tren pembayaran digital.
  • Beberapa penyedia seperti Payfazz menawarkan pencairan dana instan sehingga arus kas usaha lebih terjaga dibandingkan menunggu jadwal settlement.

Bagi usaha yang ingin memperluas metode pembayaran, QRIS sebaiknya dikombinasikan dengan opsi lain seperti dompet digital dan mesin EDC agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dari berbagai preferensi pembayaran.

Cara Bikin QRIS Sendiri untuk Berbagai Jenis Usaha

Cara bikin QRIS sendiri pada dasarnya sama untuk semua jenis usaha, mulai dari warung, kedai kopi, hingga toko online. Yang membedakan biasanya hanya kategori merchant yang memengaruhi besaran MDR dan jenis QRIS yang digunakan, statis atau dinamis.

Jika usaha Anda berjualan lewat aplikasi pesan atau media sosial, Anda tetap dapat memasang QRIS statis dan menampilkan gambarnya secara digital. Panduan lebih detail untuk pelaku usaha jualan bisa dilihat pada artikel cara buat QRIS untuk jualan, sementara bagi yang tertarik dengan opsi penyedia tertentu, Anda bisa membandingkannya melalui panduan cara bikin QRIS GoPay.

Memilih Penyedia QRIS yang Tepat

Cara bikin QRIS sendiri akan terasa lebih mudah jika Anda memilih penyedia yang sesuai kebutuhan usaha. Pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum mendaftar:

  • Kecepatan pencairan dana, apakah instan atau mengikuti jadwal settlement.
  • Kemudahan proses registrasi, termasuk apakah bisa dilakukan sepenuhnya online.
  • Fitur tambahan seperti notifikasi transaksi otomatis dan dukungan mesin EDC.
  • Biaya MDR yang berlaku, meski besarannya sudah diatur secara nasional oleh Bank Indonesia.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, pelaku usaha bisa menentukan penyedia QRIS yang paling mendukung kelancaran operasional dan arus kas bisnis sehari-hari.

Pertanyaan Seputar Cara Bikin QRIS Sendiri

Apakah QRIS bisa dibuat gratis?

Ya, pendaftaran QRIS pada dasarnya gratis. Pelaku usaha tidak dikenakan biaya untuk mendapatkan kode QRIS. Biaya yang berlaku hanyalah MDR, yaitu potongan dari nilai transaksi yang diproses lewat QRIS.

Apa itu MDR QRIS dan berapa besarnya?

MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya layanan yang dikenakan setiap transaksi QRIS. Besarannya 0% untuk usaha mikro, 0,3% untuk kegiatan nirlaba seperti donasi dan pendidikan, serta maksimal 0,7% untuk usaha reguler.

Apa perbedaan QRIS statis dan QRIS dinamis?

QRIS statis adalah satu kode QR tetap yang nominalnya diisi manual oleh pembeli, cocok untuk usaha mikro. QRIS dinamis menghasilkan kode QR baru setiap transaksi dengan nominal otomatis, biasanya digunakan merchant dengan sistem kasir digital.

Siapa saja PJSP yang bisa membuatkan QRIS?

PJSP yang bisa menerbitkan QRIS meliputi bank nasional seperti BCA, BNI, BRI, dan Mandiri, serta fintech pembayaran berizin Bank Indonesia seperti Payfazz. Semua penyelenggara ini wajib terdaftar resmi di Bank Indonesia.

Berapa lama proses pembuatan QRIS?

Proses pembuatan QRIS umumnya memakan waktu satu hingga tujuh hari kerja setelah dokumen lengkap diverifikasi. Sebagian PJSP fintech menawarkan proses lebih cepat karena verifikasi dilakukan sepenuhnya secara digital.

Mulai Bikin QRIS Usaha Anda Bersama Payfazz

Setelah memahami cara bikin QRIS sendiri, syarat, biaya MDR, hingga perbedaan QRIS statis dan dinamis, langkah selanjutnya adalah memilih penyedia yang mendukung kelancaran arus kas usaha Anda. Payfazz menghadirkan pendaftaran QRIS yang sepenuhnya online dengan pencairan dana instan langsung ke saldo, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama untuk menggunakan hasil transaksi.

Daftarkan usaha Anda sekarang melalui Payfazz dan mulai terima pembayaran QRIS dengan mudah, aman, dan sesuai standar Bank Indonesia.

Fresh Resources
Secret Link